Berita

Ilustrasi Bawaslu/RMOLLampung

Politik

Raih IKP Tinggi, Potensi Terjadi Kecurangan Pilkada Di Pesawaran Paling Besar

KAMIS, 05 MARET 2020 | 11:09 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

. Kabupaten Pesawaran memiliki potensi paling besar terjadi kecurangan dalam Pilkada serentak 2020. Indikasi ini berdasarkan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) Pesawaran yang mencapai 56,34 persen.

Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Lampung, Iskardo P Panggar mengatakan, IKP dinilai untuk melihat gambaran kondisi pada saat pilkada dilakukan.

Di antaranya pengawasan terhadap pelanggaran kampanye, hak suara, DPT, politik uang, logistik pemilu, netralitas ASN, SARA, hasil quic count, berita hoaks, dan penghitungan suara (tungsura) di TPS.


“Pesawaran ini yang pertama pasang banner pencalonan, itu salah satu sebabnya jadi no 1, yaitu dilihat dari kompetisi antarcalon. Semakin banyak calon semakin berpotensi  kecurangan politik. Mulai dari politik uang, pelanggaran kampanye, hingga pelanggaran saat hitung suara di TPS,” ujarnya saat Ekspose IKP di Tokopi Leipe, Bandarlampung, Rabu (4/3).

Dari IKP yang dirilis Bawaslu Lampung, Pesawaran mendapatkan 56,34 persen. Disusul Lampung Tengah 54,30 persen dan Kabupaten Lampung Timur 52,44 persen. Kemudian Kabupaten Lampung Selatan 50,23 dan Bandar Lampung 49,41.

Berikutnya, IKP Kota Metro 47,07 dan Pesisir Barat 46,82 (level 3). Diikuti peringkat IKP bawah yakni Kabupaten Waykanan sebesar 45,96.

Iskardo menambahkan, pihaknya akan fokus pada daerah-daerah dengan IKP tinggi. Selain itu, Bawaslu juga akan membuka posko laporan untuk warga yang belum miliki KTP-el.

“Karena kalau belum punya KTP-el, tidak bisa memilih. Surat Keterangan katanya dilarang, tapi informasi resmi belum dapat,” demikian Iskardo, dikutip Kantor Berita RMOLLampung.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya