Berita

Soerya Respationo/Net

Politik

Survei Pilgub Kepri: Elektabilitas Soerya Respationo Paling Tinggi

RABU, 04 MARET 2020 | 21:17 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) menggelar survei terhadap sejumlah bakal calon yang akan berkontestasi dalam pemilihan gubernur Kepri 2020.

Dalam survei kali ini, LKPI melakukan survei terhadap elektabilitas beberapa nama yang muncul di pemberitaan dan media sosial dengan pertanyaan andai Pilgub digelar hari ini. Di antaranya Ismeth Abdulllah, Soerya Respationo, Muhamad Rudi, Huzrin Hood, Ansar Ahmad, Riski Riski Faisal, Fauzi Bahar, dan Isdianto.

"Hasilnya, Soerya Respationo paling unggul dengan 19,3 persen, disusul Ismeth Abdulllah 16,8 persen, Muhamad Rudi 16,1 persen, dan Isdianto 12,7 persen," kata Direktur Eksekutif LKPI, Arifin Nur Cahyono dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Rabu (4/3).


Disusul Huzrin Hood dengan perolehan 7,2 persen, Ansar Ahmad dengan 5,2 persen, Riski Riski Faisal 3,2 persen, Fauzi Bahar 2,8 persen, sedangkan 16,7 persen lainnya tidak memilih.

Arifin Nur Cahyono mengungkapkan, elektabilitas Ketua DPD PDIP Kepri itu berbanding lurus dengan tingkat pengenalan masyarakat Kepri terhadap nama-nama yang muncul tersebut. Dari tingkat keterkenalalan, Soerya Respationo paling dikenal dengan persentase 71,7 persen, diikuti Muhamad Rudi 69,3 persen, dan Ismeth Abdulllah 69,1 persen.

"Kemudian Isdianto 67,8 persen, Huzrin Hood 66,5 persen, Ansar Ahmad 53,8 persen, Fauzi Bahar 48,2 persen, dan Riski Faisal 47,5 persen," sambungnya.

Perolehan tersebut juga tak banyak berubah dalam kategori tingkat kesukaan masyarakat kepada para bakal calon. Soerya Respationo memperoleh 69,2 persen, Muhamad Rudi 67,4 persen, dan Ismeth Abdulllah 66,7 persen.

Kemudian Isdianto disukai sebanyak 60,3 persen, Huzrin Hood 56,7 persen, Ansar Ahmad 53,2 persen, Fauzi Bahar 42,7 persen, dan Riski Faisal 40,2 persen.

Arifin mengungkapkan, dari responden yang telah memilih nama calon Gubernur, sebesar 48,2 persen menyatakan pilihannya tetap sama hingga pilkada nanti (loyal voters). Sedangkan pemilih yang ada kemungkinan merubah pilihan sebesar 42,1 persen (swing voters).

Survei ini sendiri dilakukan dalam rentang waktu 12-27 Februari 2020 yang dilakukn kepada 1.224 responden yang tersebar di 400 desa/kelurahan di 5 Kabupaten dan 2 kota. Penentuan sampel dilakukan dengan metode multistage random sampling didasarkan jumlah pemilih di Kepri dalam Pemilu 2019 sebanyak 1.230.603 orang dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Margin of error berada di kisaran kurang lebih 2,8 persen. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka responden dengan menggunakan kuesioner.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya