Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Target Presiden Jokowi: Tahun 2024 Kemiskinan Ekstrem Nol

RABU, 04 MARET 2020 | 20:23 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Angka kemiskinan masyarakat Indonesia diklaim menurun dari tahun ke tahun.

Menurut Presiden Joko Widodo, pada bulan September 2019, angka kemiskinan berada di 9,22 persen jika dilihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS). Angka ini menurun dibandingkan tahun 2015 yang berada di angka 11,22 persen.

"Angka di bawah 10 persen ini adalah capaian yang sangat baik, namun pekerjaan besar kita belum selesai dalam rangka menurunkan angka kemiskinan kita,” ujar Presiden Jokowi saat memimpin Rapat Terbatas (ratas) tentang Strategi Percepatan Pengentasan Kemiskinan, di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (4/3).


Dengan demikian, masih ada 24,7 juta jiwa yang harus dibebaskan dari kemiskinan. Oleh karena itu, Jokowi meminta jajarannya melakukan strategi percepatan pengentasan kemiskinan yang terintegrasi dan tepat sasaran.

Jajarannya diminta bekerja fokus untuk menyasar penduduk yang sangat miskin. Sebab menurut Jokowi, jumlah penduduk sangat miskin saat ini sebanyak 9,9 juta jiwa atau 3,371 dari jumlah penduduk Indonesia berdasarkan standar angka kemiskinan internasional yang digunakan Bank Dunia.

”Kita harapkan nanti di 2024, untuk kemiskinan ekstrem ini bisa kita berada pada posisi 0 (nol),” tuturnya dilansir Setkab.

Dalam rapat tersebut, turut hadir Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto; Menko PMK, Muhadjir Effendy; Menko Polhukam, Mahfud MD; Menko Maritim dan Investasi, Luhut B Pandjaitan; Seskab, Pramono Anung; Mensesneg, Pratikno; KSP Moeldoko; Mendagri, Tito Karnavian; Menkeu, Sri Mulyani; Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa; Menteri BUMN, Erick Thohir dan beberapa menteri Kabinet Indonesia Maju lainnya.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya