Berita

Wakabid Kesra Fraksi PKS, Netty Prasetyani/RMOL

Politik

Fraksi PKS: RUU Omnibus Law Ciptaker Jangan Lemahkan Keberpihakan Pada Buruh

SELASA, 03 MARET 2020 | 16:40 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Fraksi PKS memandang aspirasi serikat buruh mesti diakomodir dengan melibatkannya pada pembahasan RUU Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker).

Dalam rangka mewujudkan transparansi, termasuk para ahli dan pakar mesti dilibatkan agar tujuan baik dari RUU 'sapu jagat' ini dapat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat Indonesia.

Demikian disampaikan Wakabid Kesra Fraksi PKS, Netty Prasetyani disela-sela diskusi publik bertajuk "Kesiapan DPR Bahas Omnibus Law RUU Ciptaker", di Media Center DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (3/3).


"Saya kira prosesnya nanti yang harus ada keterbukaan, transparansi. Bagaimana pun kalau bicara penyusunan UU ya tentu harus melibatkan partisipasi pakar dan serikat pekerja sehingga RUU ini betul-betul memenuhi kepentingan dan kebutuhan semua pihak," kata Netty Prasetyani.

Disisi lain, penolakan dari serikat pekerja ini mesti disikapi secara arif dan bijak sebagai masukan yang komstruktif untuk memenuhi kebutuhan semua pihak. Sebab, RUU Ciptaker pun mesti mengakomodir kepentingan mereka yang nota bene adalah pekerja.

"Satu lagi, RUU ini jangan melemahkan keberpihakan kita pada buruh. Itu yang harus menjadi catatan," tegasnya.

Adapun, lanjut Netty Prasetya, terkait tujuan baik dari pemerintah yang ingin memudahkan investasi, meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan menciptakan lapangan kerja, itu pun mesti disikapi dengan baik.

"Juga yang menjadi catatan saat ingin memudahkan investasi, ada peluang mendegradasi. Kita semua akan mengawal," tandasnya.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

KPK Panggil 13 Saksi Kasus Mantan Wamen Imipas Silmy Karim

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:22

Gugatan PT KSS, Ahli Nilai Keputusan Kemenhub Timbulkan Konsekuensi Hukum

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:21

Mengenal Taufik Hidayat, Lelaki Paling Kejam Abad Ini

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:12

Laporan HAM PBB Sebut Israel Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:01

Jakarta 499 Tahun: Birokrasi Modern Belum Cukup Tanpa Perspektif HAM.

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:00

BKKBN: 8,1 Juta Keluarga di Indonesia Berisiko Stunting

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:41

Kisah Mantri Perempuan BRI Tempuh Pegunungan Toraja untuk Layani Nasabah di Wilayah 3T

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:29

Konbes–Munas NU Ploso Diwarnai Aksi Intimidasi dan Motif Kepentingan Pribadi

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:28

Prabowo Dianugerahi Lencana Emas Adi Bakti Tani-Nelayan Maha Utama

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:24

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Bupati Muara Enim Edison

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:18

Selengkapnya