Berita

Emrus Sihombing/Net

Nusantara

Solusi Parmanen Banjir Jakarta, Sulap Kawasan Terdampak Banjir Jadi Hutan Kota Atau Waduk

KAMIS, 27 FEBRUARI 2020 | 10:44 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Fakta menunjukkan pembangunan Jakarta sudah parmanen tidak normal, dan sudah parmanen pula tidak natural, karena perencanaan dan pelaksanaan semua pembangunan fisik tidak dilakukan dengan prinsip tata kota yang baik dan terukur.

Hal itu terlihat jelas pasca kepemimpinan Gubernur Jakarta periode 1966-1977, Ali Sadikin.

Begitu pandangan pengamat sosial dan politik, Emrus Sihombing kepada wartawan, Kamis (27/2).


"Karena itu, pendekatan normalisasi, naturalisasi, atau kombinasi normalisasi dan naturalisasi, menurut saya, tidak mampu menjadi solusi efektif dan parmanen mengatasi banjir saat musim hujan tiba," kata Emrus.

Dengan begitu, menurut Emrus, siapapun gubernur Jakarta dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan selalu menghadapi banjir saat musim penghujan tiba.

"Saya menyarankan kepada Gubernur Jakarta Anies Baswedan, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, menginventarisasi secara akurat jumlah dan luas wilayah yang dilanda bajir saat ini di Jakarta," saran Emrus.

Setelah diinventarisir wilayah yang terdampak banjir, pada saat musim kemarau baik Anies dan Basuki harus melalukan pembebasan semua kawasan yang dilanda banjir tanpa memandang apakah bangunan itu milik negara, rumah individu atau peruntukan apapun, tentu dengan membeli sesuai harga pasar.

"Kemudian kawasan tersebut dijadikan hutan kota atau membangun waduk dengan kedalaman yang mampu menampung curahan hujan di sekitarnya, sesuai dengan potensi geografis lokasi tersebut," pungkas Emrus.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya