Berita

Petanana Pandeglang, Irna-Tanto, baru dapat rekomendasi PDIP saja/Net

Politik

PKS Masih Gamang, Pasangan Irna-Tanto Masih Belum Aman

RABU, 26 FEBRUARI 2020 | 11:49 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Meski sudah mendapat rekomendasi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk kembali maju berpasangan di Pilkada Pandeglang 2020, petahana Irna Narulita dan Tanto W Arban belum pasti aman.

Pasalnya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melihat keputusan menyandingkan Irna Narulita dan Tanto jilid II di Pandeglang baru sepihak dan belum final karena hanya direkomendasikan oleh PDIP.  

PKS sendiri belum menentukan sikap, karena terhambat adanya rekomendasi PDIP yang kembali mencalonkan Irna Narulita dengan Tanto.


"Untuk Pandeglang kita nunggu sikap DPP PKS. Agak kita tahan karena terkait dukungan dengan PDIP," kata Ketua DPW PKS Banten, Sanuji Pentamarta, kepada awak media di Kota Serang, Selasa (25/2).

Sampai saat ini, dikatakan Sanuji Pentamarta, untuk rekomendasi Pilkada di Pandeglang masih hanya sebatas untuk Irna Narulita. Belum majuke tahap menentukan wakil yang mendampingi Irna.

"Kita berharap yang mendampingi Irna dari kader PKS. Intinya jangan koalisi yang nanti tidak sejalan dengan ulama dan umat, ini penting," ucapnya, dikutip Kantor Berita RMOLBanten.

Sebelumnya, PDIP telah mengumumkan 50 pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang didukung dalam Pilkada 2020. Pengumuman gelombang pertama ini digelar pada Rabu (19/2).

Dari 50 pasangan yang diumumkan, dua di antaranya akan bertarung di dua daerah di Banten. Yakni Irna Narulita-Tanto Warsono Arban untuk Pandeglang dan Ratu Tatu Chasanah-Pandji Tirtayasa untuk Kabupaten Serang.

Ketua DPD PDIP Banten, Ade Sumardi, memaparkan alasan turunnya dua rekomendasi partai berlambang Banteng moncong putih, karena kedua petahana tersebut dekat dengan rakyat.

"Untuk Pandeglang kita ke Irna-Tanto, sementara untuk Serang Bu Tatu dan Pandji. Sudah clear, kader partai sudah harus turun ke bawah," katanya, Kamis lalu (20/2).

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Bali Disiapkan Jadi “Dubai Baru”, Duit Asing Bebas Pajak

Jumat, 08 Mei 2026 | 20:07

DPR Minta Pemerintah Cepat Terbitkan Aturan Turunan UU PPRT

Jumat, 08 Mei 2026 | 20:01

Dugaan Korupsi Dana APBD untuk Unsultra Dilaporkan ke KPK

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:57

DPR: Kode Etik Media Arus Utama Lebih Jelas Dibanding New Media

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:38

Tarumajaya Raih Paritrana Award Bukti Desa Berpihak kepada Rakyat

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:26

Polisi Sudah Periksa 39 Saksi Terkait Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:15

Ekonomi Tumbuh (Tidak) Disyukuri

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:11

Ombudsman RI Bentuk Majelis Etik untuk Tegakkan Integritas dan Profesionalisme

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:10

Sejarah Erupsi Gunung Dukono Masa ke Masa

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:06

PLN Bedah Mitigasi Risiko Pidana dalam Penerapan KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 08 Mei 2026 | 18:42

Selengkapnya