Berita

Ketua Armada Syed Saddiq/Net

Dunia

Fragmentasi Politik Malaysia Semakin Menarik, Anak Muda Bersatu Menolak UMNO

RABU, 26 FEBRUARI 2020 | 00:26 WIB | OLEH: DR. TEGUH SANTOSA

Upaya membentuk pemerintahan baru di Malaysia ternyata tidak semudah yang dibayangkan sebelumnya.

Koalisi Pakatan Harapan secara teknis dan politis sudah bubar. Mahathir Mohamad telah mengundurkan diri dari kursi kepala pemerintahan Malaysia mewakili koalisi Pakatan Harapan. Partai Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM) yang didirikan Mahathir Mohamad juga telah meninggalkan koalisi itu. Begitu pun sebelas anggota Partai Keadilan Rakyat (PKR) yang didirikan Anwar Ibrahim.

Raja Malaysia Yang Dipertuan Agong menerima pengunduran diri Mahathir Mohamad. Semua menteri di kabinet Pakatan Harapan, termasuk Wakil Perdana Menteri Wan Azizah Wan Ismail yang adalah istri Anwar Ibahim, telah pula dicopot dari jabatan.


Untuk menghindarkan kekosongan pemerintahan, Raja Malaysia melantik Mahathir Mohamad menjadi Perdana Menteri Sementara. Raja Malaysia memilih Mahathir Mohamad, bukan Wan Azizah, karena ia memiliki kepercayaan yang tinggi pada sosok politisi senior berusia 94 tahun itu.

Awalnya dikira, setelah Pakatan Harapan bubar, maka upaya membentuk koalisi baru akan mudah dilakukan. Di hari Minggu kemarin (23/2) calon koalisi baru itu telah mengumpulkan 130 kursi. Angka ini melebihi jumlah kursi minimal yang harus dimiliki koalisi untuk membentuk pemerintahan. Kursi itu didapatkan dari UMNO, Partai Islam Se-Malaysia (PAS), Partai Gabungan Serawak (GPS), Partai Bersatu, dan anasir PKR yang menyempal, serta GBS Sabah dan Warisan.

Belakangan muncul proposal dari Mahathir Mohamad untuk membentuk pemerintahan yang melibatkan salah satu elemen dari Pakatan Harapan, Partai Aksi Demokrasi (DAP).

Ini adalah partai yang dikuasai kelompok Tionghoa Malaysia yang pada pendiriannya di tahun 1965 berafiliasi dengan Partai Aksi Rakyat (PAP). Ketika Malaysia dan Singapura masih bersatu, kedua partai ini adalah pemain utama. Perpisahan Malaysia dan Singapura adalah puncak pertikaian mereka. Setelah Malaysia dan Singapura berpisah, UMNO berkuasa sendirian di Malaysia, begitu juga PAP berkuasa sendirian di Singapura.

Bagaimana dengan anggota PAP yang memilih menjadi warga negara Malaysia? Mereka mendirikan DAP yang melanjutkan perjuangan pendiri dan pemimpin PAP Lee Kuan Yew.

Dalam pertemuan di hari Minggu kemarin, UMNO dan PAS menyatakan siap bergabung dengan koalisi baru untuk mendukung Mahathir Mohamad.

Tetapi mereka punya satu syarat, yakni tidak ingin PKR kubu Anwar Ibrahim dan DAP ikut dalam pemerintahan itu.

Pihak UMNO dan PAS telah menyatakan, dukungan akan mereka tarik apabila ternyata DAP dilibatkan dalam koalisi baru itu.

Sampai di sini peta politik menjadi sedikit lebih rumit.

Dan menjadi semakin rumit manakala kelompok pemuda di Partai Bersatu buka suara menolak kerjasama dengan UMNO.

Penolakan itu disampaikan Angkatan Bersatu Anak Muda (Armada) yang merupakan sayap Partai Bersatu. Mereka yang tergabung dalam kelompok ini masih muda, dan percaya pada kapasitas dan integritas Mahathir Mohamad.

Dukungan yang mereka berikan pada Mahathir Mohamad menjelang Pemilu 208 lalu didorong pada kesamaan isu antikorupsi.

Di mata anak-anak muda ini, UMNO adalah nama lain untuk kekuasaan yang korup.

Ketua Armada, Syed Saddiq Syed Abdul Rahman, yang sebelumnya adalah Menteri Pemuda dan Olahraga, menegaskan pihaknya tidak dapat bekerja sama dengan UMNO yang dipimpin Datuk Seri Ahmad Zahid Hamidi.

Isu rasuah, terlebih kasus korupsi yang melilit mantan PM Najib yang sedang disidangkan menjadi alasan utama keberatan mereka.

"Armada juga mengambil ketetapan mempertahankan mandat diberi rakyat  pada Pilihan Raya Umum (PRU) lalu,” ujar Syed Saddiq seperti dikutip dari Berita Harian.

"Rakyat berkuasa dan sudah memilih kerajaan dan kita tidak membenarkan pencatur kuasa menentukan hala tuju negara," katanya Selasa malam (25/2).

Syed Saddiq mengingatkan, anak muda Malaysia ingin membersihkan politik dari korupsi.

Bekerja sama dengan UMNO menurut hematnya adalah pesan yang buruk dan negatif untuk anak muda.

“Kita perlu pertahankan mandat ini dan mempertahankan prinsip Tun Dr Mahathir tidak bekerjasama dengan UMNO," demikian Syed Saddiq.

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Relawan Jokowi: Rismon Sianipar Pengecut!

Jumat, 13 Maret 2026 | 01:05

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

UPDATE

Transaksi Jakarta Melonjak Triliunan Selama Ramadan

Minggu, 22 Maret 2026 | 08:18

Pengiriman Pasukan ke Gaza Harus Lewat Mekanisme PBB

Minggu, 22 Maret 2026 | 07:51

Lapangan Banteng Disiapkan Jadi Lokasi Halalbihalal Warga Jakarta

Minggu, 22 Maret 2026 | 07:09

Ekspor Ikan RI dari Januari Hingga Lebaran 2026 Capai Rp16,7 Triliun

Minggu, 22 Maret 2026 | 06:51

Mengulas Kisah Leluhur Nabi Muhammad

Minggu, 22 Maret 2026 | 06:27

Gema Takbir Idulfitri Ubah Nuansa Angker Lawang Sewu

Minggu, 22 Maret 2026 | 05:59

TNI dan Gapoktan Songsong Asta Cita Lewat Panen Raya di Merauke

Minggu, 22 Maret 2026 | 05:45

Kerajaan Nusantara dan Cadangan Devisa Emas

Minggu, 22 Maret 2026 | 05:17

Kemnaker Perluas Akses Pelatihan Vokasi Nasional 2026

Minggu, 22 Maret 2026 | 04:58

Darurat Keselamatan Maritim

Minggu, 22 Maret 2026 | 04:28

Selengkapnya