Berita

Aksi 212 di Patung Kuda/RMOL

Nusantara

Ulama Banten Di Patung Kuda: Kalau Koruptor Masih Berkeliaran, Kami Akan Turun Lebih Banyak

JUMAT, 21 FEBRUARI 2020 | 17:06 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Ulama Banten Buya Qurtubi mengultimatum pemerintah. Jika kondisi bangsa Indonesia saat ini yang dinilai aparatnya lemah dan tidak serius dalam menangani persoalan korupsi, pihaknya bakal menurunkan massa yang lebih banyak.

"Banten saat ini baru turun sekitat 15 persen, tapi kalau koruptor tidak ditangkap, KPK, Polisi dan Jaksa lemah, kami akan turunkan 100 persen," kata Buya Qurtubi dari atas mobil Komando dalam aksi damai 212 bertajuk 'Berantas Megakorupsi, Selamatkan NKRI', di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Jumat (21/2).

Qurtubi mengaku prihatin dengan kondisi saat ini terlebih persoalan korupsi yang terjadi di rezim Presiden Joko Widodo. Seperti kasus dugaan korupsi PT Asabri yang diduga mencapai Rp 10 triliun. Menurutnya, jika uang tersebut dipakai untuk membangun rumah bagi para korban bencana alam seperti banjir dan longsor, akan sangat berguna.


"Uang itu kalau untuk dibelikan rumah bisa 1.500 kepala keluarga buat korban banjir. Tapi mana itu korban banjir banyak yang terbengkalai. Dirampas tikus-tikus istana," ujarnya.

Sementara suara-suara lain dari atas mobil komando mengatakan bahwa kondisi saat ini lantaran yang berkuasa adalah PDI Perjuangan.

"Kalau PDIP berkuasa, sekjennya yang terduga korupsi bukan dipecat malah dilindungi, PDIP itu adalah partai dengan peringkat pertama kepala daerahnya banyak yang tertangkap karena korupsi," ujar seseorang yang memegang mic dari atas mobil komando.

Aksi yang berlangsung damai ini dijaga oleh sekitar dua ribu personel TNI-Polri. Dua ribu personel itu ditempatkan di berbagai lokasi yang sebelumnya telah dimapping.

Selain pengamanan, polisi juga akan melakukan pengalihan arus lalulintas di titik-titik yang dinilai akan terjadi kemacetan. Namun hal itu juga tergantung situasi yang ada di lokasi.

Para demonstran diminta melakukan aksi dengan damai sesuai peraturan yang berlaku. Para demonstran diminta membubarkan diri pada waktu yang telah disepakati yakni pukul 18.00 WIB.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

UPDATE

Fakta Sidang Blueray Cargo: Kode BC1 Mengarah ke Djaka Budi Utama

Senin, 15 Juni 2026 | 18:15

Anak Buah Bahlil Irit Bicara Usai 7 Jam Diperiksa KPK

Senin, 15 Juni 2026 | 18:08

KPU Patok Anggaran Rp4,6 Triliun di Tahapan Awal Pemilu 2029

Senin, 15 Juni 2026 | 17:59

IHSG-Rupiah Menguat Sore Ini Usai AS-Iran Sepakat Damai

Senin, 15 Juni 2026 | 17:47

Demo Mahasiswa Ucapkan Selamat Atas Kegagalan Prabowo-Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 17:46

Wapres Gibran Terima Perwakilan Mahasiswa di Tengah Unjuk Rasa

Senin, 15 Juni 2026 | 17:23

Sifra Kejar Cita-cita di Sekolah Rakyat Demi Bantu Orang Tua Disabilitas

Senin, 15 Juni 2026 | 17:19

Demi Kepercayaan Masyarakat, Mahasiswa UBK Desak MBG Dihentikan

Senin, 15 Juni 2026 | 17:06

Komisi II DPR: KPU dan Bawaslu akan Tetap Eksis di 2027

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

DPR Minta Kejagung Tingkatkan Anggaran Perkara untuk Kejati dan Kejari

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

Selengkapnya