Berita

SBY dan AHY/Net

Politik

AHY Rajin Turun Ke Daerah Karena Gerilya SBY

RABU, 19 FEBRUARI 2020 | 21:02 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) putra sulung Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang belakangan rajin turun untuk menyapa kader di daerah atau konsolidasi bisa diartikan sebagai bentuk gerilya SBY yang direpresentasikan oleh AHY.

Begitu pandangan analis politik Universitas Islam Syech Yusuf Tangerang, Miftahul Adib kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (19/2).

“Figur ketum Demokrat SBY yang juga merupakan ayah AHY, tak bisa dipungkiri, mempunyai andil penting terhadap konsolidasi yang dilakukan AHY,” kata Adib.


Menurutnya, apa yang dilakukan oleh AHY sebuah rangkaian langkah politik pensiunan Mayor TNI itu di kancah perpolitikan nasional.

Meskipun hingga saat ini AHY belum secara terbuka menyatakan bahwa dirinya bakal ikut dalam kontestasi Pemilihan Presiden 2024 yang akan datang.

“Politik itu dinamis, ketokohan sedang dibangun oleh AHY. Ingat juga, saat dia dimajukan sebagai Cagub DKI merupakan salah satu 'tes ombak' bagi publik,” pungkas Adib.

Upaya untuk mendongkel popularitas AHY juga telah dilakukan oleh Partai Demokrat yang mengambil jalan oposisi dimana salah satunya merangkul parpol lain untuk mengusulkan pansus (panitia khusus) untuk mengusut korupsi PT Asuransi Jiwasraya.

“Itu bisa dikatakan mempersiapkan 'panggung' bagi AHY,” imbuhnya.

Dengan begitu, Adib menambahkan, figur AHY bisa terasosiasikan sebagai tokoh oposisi bagi para rakyat Indonesia yang ingin perubahan setelah rezim Joko Widodo berakhir.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya