Berita

Ketua DPR Puan Maharani/Net

Politik

Puan Maharani: BPJS Banyak Masalah, Mau Dikorek Kemana Enggak Ada Surplusnya

SELASA, 18 FEBRUARI 2020 | 15:48 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Protes keras terhadap kenaikan iuran BPJS Kesehatan menggerakkan pimpinan DPR menggelar rapat gabungan bersama para menteri terkait guna mencari solusi terbaik.

Ketua DPR Puan Maharani menyinggung mengenai audit BPKP terkait adanya 27,4 juta peserta BPJS Kesehatan bermasalah, 17,17 juta peserta yang memiliki NIK bermasalah, 10 juta peserta memiliki NIK ganda, dan faskes kosong sebanyak 21 ribu, serta sisanya sudah meninggal dunia.

Oleh karena itu, dia meminta pemerintah untuk melakukan audit mengenai permasalahan tersebut.


"Karena kenapa kita minta sampai waktu itu pemerintah yang disampaikan Ibu Menkeu audit BPKP ke 2.500 faskes selama tiga bulan kita paksa waktu itu BPKP, maksudnya pemerintah ini kita paksa untuk bisa melakukan audit, karena kita merasa banyak sekali permasalahan di dalam yang harus diberesin,” ucap Puan.

Selain itu, politisi utama PDIP ini juga menyoroti adanya surplus akibat dari kenaikan BPJS Kesehatan Rp.32 triliun lebih dan mengakui asuransi kesehatan tersebut banyak masalah.

"BPJS itu banyak masalah jadi saya harus sampaikan ini, dan kenapa seperti itu jadi enggak ada surplus 32, berapa triliun itu apa, mungkin ada surplus? Enggak mungkin ada surplus lah," katanya.

"Makanya dibayar Rp. 13,5 triliun oleh Kementerian Keuangan, bahkan masih sekarang Rp 15,5 triliun lagi harus dibayar, jadi mau surplus dari mana? Cari dikorek-korek ke mana juga enggak akan ada surplusnya," tandas Puan menambahkan.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya