Berita

Akbar Faizal saat kampanyekan Partai Nasdem/Net

Politik

Akbar Faizal Sebut Nasdem Raja Politik Dinasti, Willy Aditya: Risetnya Cenderung Tendensius

SELASA, 18 FEBRUARI 2020 | 14:42 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Riset Nagara Institute yang menyebutkan tentang menguatnya oligarki politik di alam demokrasi Indonesia dipandang tidak relevan. Nagara Institute menyebutkan Nasdem peringkat tertinggi terpapar dinasti politik.

Merespons riset lembaga pimpinan Akbar Faizal iti, politisi Partai Nasdem Willy Aditya menyatakan oligarki hanya relevan di alam demokrasi yang tertutup. Sementara Indonesia, kata Willy menganut sistem politik yang terbuka.

"Jadi risetnya tidak relevan, dan cenderung tendensius. Saya tidak tahu mengapa Bung Akbar melakukan riset semacam itu. Padahal semasa di Nasdem tidak ada hal yang diskriminatif terhadapnya. Tapi it's okelah. Itu hak dia," ungkap Willy Aditya di Jakarta, Selasa (18/2).


Lebih jauh Willy menjelaskan, keterbukaan alam demokrasi di Indonesia telah memberikan ruang kepada seluruh warga untuk berkontestasi di ruang politik.

Terkait sosok terpilih adalah mereka yang kebetulan memiliki hubungan pejabat publik tertentu, itu soal yang berbeda.
"Apakah hak itu hanya dimiliki oleh mereka yang punya hubungan atau kedekatan dengan pejabat publik? Tidak! Buktinya Davin Kirana enggak lolos. Saya malah lolos. Emang siapa saya? Jadi identifikasi dari Bung Akbar ini tidak tepat," ucapnya.

Selain itu, UU juga tidak melarang seorang kerabat pejabat publik untuk ikut kontestasi demokrasi. "Itu bahkan MK yang memutuskan. Padahal saat itu DPR memiliki produk yang cukup progresif terkait isu dinasti politik. Tapi dianulir oleh MK. Itulah kenyataannya," imbuhnya.

Bagi Willy, apa yang terjadi di alam demokrasi Indonesia adalah keniscayaan atas sistem politik dan demokrasi yang berlaku di Indonesia. Para kontestan hanya mengoptimalkan peluang-peluang yang ada.

Secara retorika, Willy mempertanyakan pemaknaan oligarki oleh Nagara Institute. Soal kedekatan atau hubungan mereka yang terpilih sebagai anggota DPR dengan pejabat publik, itu bukanlah oligarki.

"Kalau yang dimaksud adalah oligarki adalah pemerintahan segelintir orang, apa itu terjadi saat ini? Kalau yang dimaksud adalah persekongkolan, apakah terjadi persekongkolan dari mereka yang dekat dengan pejabat publik? Intinya, semua pihak memiliki peluang dan kesempatan yang sama, tidak terkecuali Bung Akbar kemarin," tambahnya.

Menurut Willy, jumlah yang diidentifikasi oleh Nagara tidak mencerminkan adanya oligarki.

"Angka 17 persen adalah angka yang kecil. Dan justru itu membantah simpulan yang disampaikan oleh Nagara sendiri soal oligarki ini," pungkasnya.


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya