Berita

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra/Net

Presisi

Polri: Pihak Yang Ikut Lindungi Harun Masiku Bisa Kena Pidana

SENIN, 17 FEBRUARI 2020 | 17:48 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengingatkan kepada pihak-pihak yang menyembunyikan Harun Masiku bakal terancam pidana.

Begitu yang disampaikan Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Jakarta, Senin (17/2).

“Kalau ada orang yang menyembunyikan keberadaan buronan, itu termasuk pelanggaran pidana,” tekannya.


Asep Adi Saputra menambahkan bahwa dalam konteks aturan pidana, barang siapa yang membantu melakukan tindak pidana baik aktor intelektual atau turut serta dalam menyukseskan suatu pidana dapat dikatakan sebuah tindakan pidana.

“Itu juga termasuk penyertaan. Tepat sekali kalau KPK mengatakan ada yang melindungi, termasuk mereka berpotensi sebagai pelanggar pidana. Karena menyembunyikan buronan upaya menghambat atau menutupi proses penyelidikan terhadap keberadaan bersangkutan,” urai Asep.

Kendati demikian, sambung Asep, sejauh ini pihaknya belum bisa menyimpulkan adanya indikasi pihak-pihak yang terlibat menyembunyikan mantan caleg PDI Perjuangan Dapil Sumatera Selatan I itu.

Terlebih dalam upaya melakukan pencarian, Polri sudah memeriksa orang-orang terdekat Harun. 

“Orang-orang terdekat yang bisa kita carikan informasinya tentang keberadaan yang bersangkutan, kebiasaan, tempat-tempat yang biasa dikunjungi, dari pihak keluarga sudah dimintai keterangan juga,” pungkas Asep.  

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya