Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Tak Prioritaskan HAM, Jokowi Belum Paham Betul Makna Hak Asasi Manusia

MINGGU, 16 FEBRUARI 2020 | 18:18 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pernyataan Presiden Joko Widodo yang lebih memprioritaskan agenda ekonomi dibanding isu Hak Asasi Manusia (HAM), lingkungan, dan hukum dinilai menjadi pematah harapan mengenai penuntasan HAM masa lalu dan intoleransi.

"Diletakkannya HAM sebagai bukan agenda prioritas oleh presiden juga menggambarkan bahwa pemerintah tidak memiliki pengetahuan holistik soal HAM," kata Ketua Setara Institute, Hendardi dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Minggu (16/2).

Menurut Hendardi, hak asasi manusia adalah paradigma bernegara, bukan semata kasus atau pelanggaran HAM. Presiden Jokowi pun seharusnya meletakkan HAM sebagai paradigma dalam pembangunan infrastruktur, kebijakan investasi, hingga penguatan SDM dan agenda pembangunan lainnya.


"Dengan pemahaman yang demikian, agenda HAM bisa diintegrasikan dalam seluruh kinerja pemerintahan," jelasnya.

Sejatinya, penanganan pelanggaran HAM sudah termaktub dalam konstitusional dalam memajukan kesejahteraan umum dan melindungi segenap bangsa Indonesia. Di dalamnya, terdapat penanganan HAM dan memuat jaminan keadilan. Penanganan masalah itu juga ditekankan bukan tugas yang harus dipilih-pilih oleh seorang presiden.

Sepanjang para pembantu presiden peka dan cakap menyelenggarakan tugas pemerintahan, jelas Hendardi, maka tidak ada alasan bagi pemerintah menunda tugas-tugas konstitusional tersebut.

"Apalagi, khusus agenda penuntasan pelanggaran HAM masa lalu dan penanganan intoleransi merupakan agenda yang tertunda pada periode pertama, dimana secara eksplisit termaktub dalam Nawacita Jokowi 2014 silam," tegas Hendardi.

Masalah penanganan intoleransi juga sebenarnya sudah ditujukkan dengan menunjuk sejumlah menteri yang dianggap memiliki kecakapan penangan intoleransi. Namun nyatanya, para menteri dan kepala lembaga tidak memiliki agenda terpadu dan mendasar dalam menangani intoleransi.

"Peristiwa-peristiwa pelanggaran kebebasan beragama atau berkeyakinan justru terus terjadi dan pada saat bersamaan disangkal oleh elemen-elemen negara. Kepemimpinan belum genap satu tahun, Jokowi masih punya waktu menjawab harapan publik dan percaya janji penuntasan pelanggaran HAM dan intoleransi akan ditunaikan pada periode II ini.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya