Berita

Mark Zuckerberg/Net

Dunia

Bantah Rusak Demokrasi, Mark Zuckerberg: Facebook Terima Regulasi Negara

MINGGU, 16 FEBRUARI 2020 | 11:52 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

CEO raksasa sosial media Facebook, Mark Zuckerberg mengakui status platformnya sebagai penyedia konten. Karena itulah, dia menilai bahwa Facebook harus menerima beberapa bentuk peraturan negara.

Hal itu dia kemukakan pada Konferensi Keamanan Munich akhir pekan ini. Itu adalah pertemuan tahunan tingkat tinggi para politisi, diplomat serta spesialisasi keamanan.

Dikabarkan The Guardian (Minggu, 16/2), dalam kesempatan tersebut, Zuckerberg berupaya menghilangkan gagasan bahwa perusahaannya telah merusak demokrasi atau melemahkan tatanan sosial.


Zuckerberg mengatakan, dia mendukung regulasi negara di empat bidang yang mencakup pemilihan, wacana politik, privasi dan portabilitas data.

"Kami tidak ingin perusahaan swasta membuat begitu banyak ekuitas sosial penyeimbang-keputusan tanpa proses demokratis," tegas Zuckerberg.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya