Berita

Maruf Amin ingatkan soal toleransi beragama/Net

Politik

Hadiri Workshop PPP, Wapres Ingatkan Pentingnya Toleransi Antar-Umat Beragama

MINGGU, 16 FEBRUARI 2020 | 00:30 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Dalam menyampaikan aspirasi umat, tidak boleh merusak keutuhan bangsa. Sehingga bangsa tidak mudah terpecah belah saat masuknya kelompok radikal.

Demikian disampaikan Wakil Presiden RI KH Maruf Amin dalam lawatannya di acara Workshop Nasional Fraksi PPP di Hotel Red Top, Pecenongan, Jakarta Pusat, Sabtu (15/2).

“Di sinilah pentingnya ada toleransi, ada tasamuh dalam berpendapat. Sesama Islam pun harus toleran, kalau tidak kan tidak bisa kita bersatu,” ujar Maruf Amin.


Dia menambahkan, dalam menyampaikan aspirasi tidak boleh adanya ego sektoral yang dapat menyulut sikap antitoleran antarsesama.

“Karena itu tidak boleh ada sikap ananiyah toifiyah atau ego kelompok, tidak boleh fanatisme kekompok dalam sesama. Kita saja ada perbedaan,” katanya.

“Kalau ada perbedaan tidak boleh diingkari, tapi kalau sudah disepakati tidak boleh ada perbedaan pendapat. Itu harus ada toleran dan harus kita hilangkan sikap intoleran,” tambah Ketua MUI nonaktif ini.

Menurutnya, sikap intoleran akan melahirkan sikap radikal bahkan timbul benih-benih terorisme. Sehingga, dia menegaskan dalam memperjuangkan aspirasi harus menjaga keutuhan kemajemukan dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Karena itu jangan kita perjuangkan yang menyimpang dari itu. Misalnya bentuk selain NKRI, misalnya membawa khilafah,” tandasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

KPK Panggil PNS dan Karyawan Swasta di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:21

Kapolda Riau: Penghargaan Nugraha Sakanti Prestasi Seluruh Personel

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:20

Mahfud MD Ajak Masyarakat Tetap Cintai Polri Seburuk Apa Pun Kinerjanya

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:16

KPK Panggil Sejumlah Pejabat Imigrasi di Kasus Pemerasan Silmy Karim

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:10

KPK Masih Periksa Bupati Kuansing Suhardiman Amby

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:48

Audit Dugaan Penyimpangan Impor Sianida PPI, KPK dan BPKP Didesak Turun Tangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:39

Komisi I DPR Ungkap Alasan Draf RUU KKS Belum Dibuka ke Publik

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:35

Bos Maktour yang Juga Mertua Dito Ariotedjo Dipanggil KPK

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:21

Masih Penyesuaian Sistem, Pajak Olshop di Marketplace Berlaku Mulai 1 Agustus

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:16

Prabowo Layak Dicontoh Bagi Siapa Pun yang Ingin Jadi Presiden

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:01

Selengkapnya