Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Ekonomi Loyo, Jokowi Diprediksi Segera Rombak Tim Ekonomi

JUMAT, 14 FEBRUARI 2020 | 19:59 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Tidak ada kemajuan yang signifikan dalam perekonomian Indonesia di periode kedua Presiden Joko Widodo. Laju ekonomi menurun dan krisis global terus menghantui masa depan bangsa, lantaran pondasi yang dimiliki lemah.

Tim 9 DPP Partai Golkar bahkan memprediksi akan ada perombakan di kabinet Joko Widodo-Maruf Amin dalam waktu dekat, khususnya di tim ekonomi.

“Sebelum lebaran atau sesudah saya yakin akan ada menteri yang di-reshuffle. Ada sekitar 9 menteri,” ujar Koordintor Tim 9 DPP Partai Golkar Cyrillus Kerong di kantornya, Jalan Hang Jebat, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (14/2).


Dia mengurai bahwa memasuki tahun 2020 ini kondisi ekonomi dan kehidupan rakyat Indonesia akan semakin sulit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini ditandai dengan adanya daya beli masyarakat yang semakin merosot dan kondisi ekonomi semakin sulit.

“Ini akibat pertumbuhan kredit yang bakal lebih rendah dari 7 persen selama 2020. Dalam kondisi yang sulit ini, sebagian besar uang tersebut tersedot untuk membeli Surat Utang Negata (SUN) yang bunganya lebih tinggi dari bunga deposito,” urainya.

Selain itu, kondisi ini juga akan diperparah lagi dengan menggunungnya total utang luar negeri, baik pemerintah dalam hal ini BUMN maupun swasta.

BPS mencatat, total utang luar negeri sampai Januari 2020, mencapai sedikitnya Rp 5.076,17 triliun. Dari jumlah ini, total utang selama pemerintahan Presiden Joko Widodo (sampai dengan kuartal III 2019 saja) sudah mencapai Rp 2.759,92 triliun. Nilai ini naik sekitar Rp 251,59 triliun dibandingkan dengan kuartal III 2018.

“Utang sebesar itu mulai menghadapi masalah karena melemahnya pendapatan negara sebagai akibat ekspor yang menurun dan pemasukan pajak yang tidak mencapai target,” tegasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya