Berita

Kawasan perkantoran PT BAU/Net

Nusantara

Warga Ulak Pandan Lahat Minta Bantuan Polisi Stop Aktivitas Tambang PT BAU, Bukan Sebaliknya

JUMAT, 14 FEBRUARI 2020 | 17:57 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Warga Desa Ulak Pandan, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan mendapati aktivitas ilegal yang dilakukan perusahaan batu baru PT Bara Alam Utama (BAU) sejak Rabu kemarin (12/2).

Hal ini diketahui oleh warga setelah beberapa aparat kepolisian memadati kantor PT BAU dengan membawa 15 kendaraan kepolisian.

Salah satu warga Ulak Pandan Evan Yusup menjelaskan, warga setempat diketahui tengah bersengketa perusakan hutan adat pemakaman leluhur yang dilakukan PT. BAU, atas kegiatan pertambangan batu baru di desanya.


"Sampai saat ini belum selesai. Ada apa ini terlihat ratusan aparat kepolisian," katanya dalam sebuah keterangan tertulis yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (14/2).

Padahal sebelumnya, dijelaskan Evan Yusup, warga sudah melakukan koordinasi dengan kepolisian untuk menolak kegiatan tambang yang dilakukan PT BAU. Namun, kehadiran tiba-tiba pihak kepolisian di kantor perusaahaan tersebut meresahkan warga.

Tidak tinggal diam, Evan bersama sejumlah warga lainnya memverifikasi tentang apa yang dilakukan kepolisian di tempat itu.

Dari beberapa sumber informasi yang dia dapat, keberadaan beberapa personel polisi di kantor PT BAU adalah untuk menghalau aksi demonstrasi warga Ulak Pandan. Akan tetapi isu itu dibantah oleh Evan Yusup.

"Kami warga Ulak Pandan tidak ada pergerakan untuk rencana demo. Sedangkan kami saat mau demo, ataupun ada kegiatan keramaian, akan selalu berkoordinasi terlebih dahulu. Jadi ini kami rasa sedikit janggal," ucap Evan Yusup.

Tidak berhenti disitu, aktivis lokal ini mengecek lokasi tambang PT BAU, karena dia menduga kalau keberadaan polisi di kantor tersebut adalah untuk mengamankan aktivitas pertambangan.

Akhirnya, Evam Yusup menemukan kalau PT BAU telah melanggar perjanjiannya bersama warga Ulak Pandan. Oleh karena itu disimpulkan, keberadaan polisi adalah untuk menjaga kegiatan tambang batu bara PT BAU.

"Apa yang mereka lakukan bisa berpotensi memunculkan konflik. Kami juga akan menelusuri kenetralan aparat kepolisian, karena mereka lah yang dulu meminta warga agar tidak melakukan aksi," ujar Evan Yusup tegas.

"Tetapi hari ini justru aparat kepolisian lah yang pertama kali berada di lokasi pertambangan dengan alasan bahwa masyarakat akan demo padahal masyarakat ulak pandan tidak ada demo sama sekali," sambungnya.

Lebih lanjut, Evan Yusup berharap agar pihak kepolisian bisa membantu masyarakat untuk mempertahankan tanah adat yang dijadikan lokasi pertambangan batu bara PT BAU. Jika tidak, kepolisiaan setempat akan dilaporkan kepada otoritas terringgi pemerintahan.

"Jikalau ada aparat kepolisian disana dan tidak berusaha mencegah dan tetap membiarkan aktivitas pertambangan, bahkan terkesan mengawal dan mengamankan operasional pertambangan, maka akan kami laporkan ke Presiden, Kapolri, Kapolda dan Gubernur," tutur Evan Yusup.

"Kami ini memperjuangkan hak kami, kami berharap pihak kepolisian itu mengayomi, melindungi dan melayani masyarakat, bukan justru diduga membekingi perusahaan apalagi membawa senjata lengkap," tutupnya menambahkan.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya