Berita

M. Nasir Djamil/RMOL

Politik

Multi Sektor, Pembahasan RUU Omnibus Law Cipta Kerja Harus Dengan Pansus

JUMAT, 14 FEBRUARI 2020 | 11:30 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pemerintah melalui enam menteri Kabinet Indonesia Maju menyerahkan draf RUU Omnibus Law Cipta Kerja kepada pimpinan DPR, Selasa (12/2).

Setelah menyerahkan draf RUU, nantinya sebanyak tujuh komisi di DPR akan membahas dan mengkajinya, apakah dengan membentuk panitia kerja atau panitia khusus.

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKS, M. Nasir Djamil, mengatakan, pihaknya meminta agar pimpinan DPR membentuk pansus saja untuk membahas RUU Omnibus Law tersebut.


"Sebaiknya pansus, karena ini multi sektor, ada hukumnya, ada ekonominya, ada ketenagakerjaannya. Kami harap RUU Omnibus Law ini bisa digarap oleh pansus, bukan komisi," ujar Nasir kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (14/2).

Legislator asal Aceh ini menerangkan, pansus dibentuk untuk membahas secara detil isi draf Omnibus Law tersebut.

"Karena presiden kan minta seratus hari nih," katanya.

"Nah, kita lihat saja nanti, apa sanggup atau enggak kami, karena tidak mungkin juga tidak melibatkan partisipasi masyarakat, seperti saat ini disuarakan oleh serikat pekerja dan sebagainya," tambah Nasir.

Mengenai draf RUU Omnibus Law Cipta Kerja yang beredar luas di media sosial, Nasir sendiri mengaku belum mengetahui isi draf asli yang diberikan pemerintah.

"Saya belum lihat juga, karena kan kemarin pemerintah baru menyerahkan kepada DPR, kita belum tahu lagi," tutupnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya