Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Flu Burung Serang Palembang, Ratusan Ayam Mati Mendadak

SELASA, 11 FEBRUARI 2020 | 02:32 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Kematian mendadak ratusan unggas milik peternak di Jalan Iswahyudi, Lorong Siping, Kelurahan Kalidoni, Kecamatan Kalidoni, diduga akibat serangan virus avian influenza atau flu burung.

Bahkan, dugaan tersebut sudah terjadi sejak Desember 2019, di mana fenomema matinya ratusan ayam pernah terjadi di kawasan Plaju.

"Hasil uji laboratorium, unggas di lokasi itu mati akibat avian influenza atau flu burung," ungkap Ketua Persatuan Dokter Hewan Indoensia (PDHI) Sumatera Selatan, drh Jafrizal seperti dilansir dari Kantor Berita RMOLSumsel.


Lebih lanjut Fajrizal menjelaskan, ada sekitar 500 ekor ayam yang mati secara mendadak pada salah satu kandang milik peternak di kawasan Kalidoni.

"Matinya secara bertahap dan hal itu juga terjadi pada ternak milik warga. Tidak hanya ayam, ada juga bebek milik warga, tapi jumlahnya hanya beberapa ekor saja," katanya.

Jafrizal mengaku, kondisi ini memang sering terjadi mengingat cuaca ekstrem belakangan waktu terakhir membuat unggas lebih rentan terserang penyakit.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Peternakan, dan Dinas kesehatan Kota Palembang untuk segera mengambil tindakan ini. Hal itu harus segera dilakukan untuk mencegah potensi penyebaran virus flu burung ini," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan Kota Palembang, Sayuti mengaku telah mengambil langkah dengan melakukan uji lab dan penyemprotan desinfektan terhadap kandang ayam yang terdampak flu burung atau avian influenza (ai).

"Kami sudah mendapat laporan sejak tanggal 9 Januari kemarin, di derah Plaju. Tapi fisiknya sudah tidak ada karena telah dikubur. Tapi dari hasil lab Balai Kementrian Peternakan di Lampung secara lisan mengatakan jika ratusan ayam di kawasam tersebut positif virus ai," ungkapnya.

Sayuti mengaku, kejadian ini baru kembali terjadi sejak 2015 lalu. Dimana, memang secara medis kondisi Palembang belum bisa dikatakan pulih total.

"Sejak 2015 baru ini ada lagi. Artinya masih ada yang terdampak dan rentan terhadap penyebaran virus ini," terangnya.

Masyarakat diminta waspada terhadap penyebaran virus flu burung ini. Dengan cara menjaga kebersihan kandang dan lingkungan.

"Musim lembab seperti ini, unggas sangat rentan terhadap virus-virus berbahaya. Jadi jaga kebersihan lingkungan," imbuhnya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya