Berita

Data yang dilampirkan Veronica Koman/Repro

Politik

Di Australia, Aktivis Veronica Koman Serahkan Data Tahanan Politik Papua Kepada Presiden Jokowi

SENIN, 10 FEBRUARI 2020 | 18:30 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Sejumlah data tahanan politik dan korban tewas di Papua diserahkan sejumlah aktivis kepada Presiden Joko Widodo yang tengah berkunjung ke Australia.

Hal itu disampaikan oleh aktivis dan pengacara Hak Asasi Manusia (HAM), Veronica Koman melalui siaran persnya yang juga diunggah di laman Facebooknya. Ia mendesak agar krisis politik dan kemanusiaan di Papua segera dihentikan.

Ia bahkan mendesak pemerintah Australia membahas pelanggaran HAM Papua bersama dengan Presiden Joko Widodo selama pertemuan bilateral minggu ini.


“Tim kami di Canberra telah berhasil menyerahkan dokumen-dokumen ini langsung kepada Presiden Jokowi. Dokumen ini memuat nama dan lokasi 57 tahanan politik Papua yang dikenakan pasal makar, yang saat ini sedang ditahan di tujuh kota di Indonesia," kata Veronica, Senin (10/2).

Tak hanya itu, pihaknya juga menyerahkan data 243 korban sipil yang dinyatakan meninggal baik karena terbunuh melainkan sakit atau kelaparan selama operasi militer di Nduga sejak Desember 2018 silam.

Dalam pernyataannya pula, kekecewaan disampaikan Veronica terhadap pemerintahan Jokowi yang dinilai belum berpihak pada masyarakat di Papua.

Di awal pemerintahan periode pertama, jelas Veronica, Jokowi telah membebaskan lima tahanan politik Papua. Hal itu menjadi angin segar bagi warga Papua.

“Namun pada awal dari periode keduanya saat ini, terdapat 57 orang yang dikenakan makar yang sedang menunggu sidang. Langkah ini hanya akan memperburuk konflik di Papua," sesalnya.

Ia menambahkan, Jokowi juga tak mengindahkan permintaan para pimpinan gereja, akademisi, aktivis, Gubernur hingga Bupati untuk menarik pasukan dari Nduga sejak Desember 2018.

“Sekarang Presiden Jokowi sendiri yang sudah langsung pegang datanya, termasuk nama-nama dari 110 anak-anak dari total 243 sipil yang meninggal. Akankah Presiden tetap tidak mengindahkan permintaan tersebut?” demikian Veronica.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya