Berita

Menkeu Sri Mulyani/Net

Bisnis

Prodem: Ekonomi Meleset Karena Sri Mulyani Text Book Dan Penganut Mazhab Neolib Garis Keras

MINGGU, 09 FEBRUARI 2020 | 10:59 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Posisi ekonomi Indonesia yang masih berada di bawah target pemerintah tak bisa dilepaskan dari peranan Menteri Keuangan, Sri Mulyani yang belum memiliki ide cemerlang guna menaikkan pertumbuhan di atas 5 persen.

Menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pro Demokrasi (Prodem), Satyo Purwanto, Menkeu dua periode itu sangat minum melakukan terobosan. Kebijakan yang diambil pun konvensional dan cenderung neoliberalisme garis keras.

"Sri Mulyani minim terobosan, kebijakannya konvensional cenderung text book dan penganut mazhab neoliberalisme garis keras. Sudah pasti APBN berdarah-darah, ekonomi tidak bergerak," ucap Satyo Purwanto kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (9/2).


Dari kacamata Satyo, Sri Mulyani membuat negara seolah-olah menjadi copet uang rakyat lantaran memangkas subsidi serta meninggikan pajak maupun menaikan harga kebutuhan rakyat Indonesia.

"Negara jadi tukang 'copet' dompet rakyat dengan modus kenaikan harga barang dan jasa, sehingga dalam akumulasinya melemahkan daya beli rakyat," tegas Satyo.

Padahal kata Satyo, pemasukan negara terbesar berada pada sektor konsumsi, pajak dan utang. Oleh karenanya, ia tak heran bila pertumbuhan ekonomi saat ini di bawah lima persen. Hal tersebut diakibatkan tim ekonomi Kabinet Jokowi saat ini lebih payah di banding periode sebelumnya.

"Tim ekonomi kabinet Jokowi lebih payah dari periode sebelumnya, tidak heran target pertumbuhan 5 persen pun akan gagal," pungkasnya.

Populer

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

KPK Gelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau

Senin, 29 Juni 2026 | 15:05

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

RT/RW Didorong Jadi Garda Terdepan Pencegahan Narkoba

Senin, 06 Juli 2026 | 14:25

PKS Minta Kader di Daerah Dorong Perda Larang Kampanye LGBTQ

Senin, 06 Juli 2026 | 14:23

Bantah Isu PHK, Agrinas Palma Klaim Bakal Rekrut Lebih dari 20 Ribu Pekerja

Senin, 06 Juli 2026 | 14:13

Israel Berambisi Ciptakan Senjata Laser untuk Perang Antariksa

Senin, 06 Juli 2026 | 13:59

66 Negara Ini Melarang Homoseksual, Termasuk Indonesia

Senin, 06 Juli 2026 | 13:57

Perpres soal LGBTQ Sejalan dengan Aspirasi Mayoritas Rakyat

Senin, 06 Juli 2026 | 13:51

Kubu Jokowi Nilai Praperadilan Kedua Roy Suryo Upaya Mengulur Persidangan

Senin, 06 Juli 2026 | 13:49

Bank Mandiri Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi Perempuan di Jawa Tengah

Senin, 06 Juli 2026 | 13:40

Kudeta Halus terhadap Calon Presiden

Senin, 06 Juli 2026 | 13:36

Tersangka Pemberi Suap Bupati Langkat Masih di Rutan Polda Sumut, KPK Perkuat Bukti

Senin, 06 Juli 2026 | 13:27

Selengkapnya