Berita

Warga Thailand yang lari tunggang langgang keluar dari mal di Thailand/Reuters

Dunia

Polisi Berhasil Bunuh Pelaku Penembakan Massal Dan Selamatkan Delapan Sandera Di Mal Thailand

MINGGU, 09 FEBRUARI 2020 | 09:50 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pasukan keamanan Thailand memastikan bahwa seorang tentara yang melakukan aksi penembakan massal dan bersembunyi di dalam mal selama beberapa jam telah meninggal dunia pada Minggu (9/2).

Dia dibunuh di dalam lokasi persembunyiannya, yakni mal Terminal 21 di kota timur laut Thailand, Nakhon Ratchasima.

"Polisi telah membunuh pelaku dan menyelamatkan delapan sandera. Beberapa terluka," kata salah satu sumber keamanan, seperti dimuat Reuters.


Keduanya menolak disebutkan namanya karena mereka tidak berwenang berbicara kepada media.

Penembakan massal itu sendiri telah menyebabkan setidaknya 21 orang meninggal dunia dan banyak orang lainnya terluka.

Polisi sebelumnya meyakini, pelaku adalah seorang perwira junior bernama Jakraphanth Thomma. Dia membunuh komandannya sebelum mencuri senjata dan amunisi dari sebuah barak militer pada Sabtu sore. Senjata curian itulah yang kemudian dia gunakan untuk melakukan aksi kejinya.

Dia kemudian mulai melepaskan tembakan ke beberapa lokasi di seluruh kota, yang berjarak lebih dari 250 km dari Bangkok dan juga dikenal sebagai Korat.

Tentara itu juga menembaki orang-orang di sebuah kuil Buddha dan juga di mal Terminal 21.

Polisi bergegas menuju lokasi dan menutup mal Terminal 21. Pasukan dan petugas polisi menyisir mal tersebut untuk mencari tersangka dan membantu warga yang terperangkap di dalam mal. Warga yang panik pun lari tunggang langgang keluar mal untuk menyelamatkan diri.

Ambulans pun disiagakan di depan mal untuk mengangkut korban luka.

Di dalam mal sendiri, proses pencarian diwarnai dengan suara tembakan ke udara. Laporan media lokal, seperti dimuat BBC, menyebutkan bahwa sepanjang malam tadi, terdengar sejumlah suara tembakan yang bertlangsung hingga dini hari (Minggu, 9/2). Suara tembakan terbaru terdengar pada pukul 05.00 waktu setempat.

Pria bersenjata itu tampaknya mencoba melarikan diri melalui bagian belakang bangunan tetapi tetap berada di dalam kompleks mal.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

ISIS Mengaku Dalangi Serangan Bom Bunuh Diri di Masjid Syiah Pakistan

Minggu, 08 Februari 2026 | 16:06

BNI Gelar Aksi Bersih Pantai dan Edukasi Kelola Sampah di Bali

Minggu, 08 Februari 2026 | 15:36

Miliki Lahan di Makkah, Prabowo Optimistis Turunkan Biaya Haji

Minggu, 08 Februari 2026 | 15:16

Dukungan Parpol ke Prabowo Dua Periode Munculkan Teka-teki Cawapres

Minggu, 08 Februari 2026 | 14:52

KPK Telusuri Kongkalikong Sidang Perdata Perusahaan Milik Kemenkeu Vs Masyarakat di PN Depok

Minggu, 08 Februari 2026 | 14:42

RI Harus Tarik Diri Jika BoP Tak Jamin Keadilan Palestina

Minggu, 08 Februari 2026 | 14:32

Kehadiran Prabowo di Harlah NU Bawa Pesan Ulama-Umara Bersatu

Minggu, 08 Februari 2026 | 13:50

Forum Perdana Board of Peace akan Berlangsung di Washington pada 19 Februari

Minggu, 08 Februari 2026 | 13:31

Prabowo Tegaskan Pemimpin Wajib Tinggalkan Dendam dan Kebencian

Minggu, 08 Februari 2026 | 13:17

KPK Gali Dugaan Korupsi Dana Konsinyasi di PN Depok

Minggu, 08 Februari 2026 | 12:28

Selengkapnya