Berita

Edhy Prabowo, Idham Aziz dan jajaran/RMOL

Nusantara

Kelakar Menteri Edhy Di Hadapan Kapolri: Duo Prabowo Bersatu, KKP Makin Kuat

JUMAT, 07 FEBRUARI 2020 | 18:14 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan penandatanganan kerja sama di bidang kelautan dan perikanan dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Pembubuhan teken kerja sama ini dihadiri Kapolri Jenderal Idham Azis dan Menteri KKP Edhy Prabowo.

Selain keduanya, hadir pula pejabat utama baik dari KKP maupun Polri. Tampak hadir diantaranya Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komisaris Jenderal Polisi Sigit Listyo Prabowo.


Dalam sambutannya, Menteri KKP Edhy Prabowo sempat berkelar hadirnya Kabareskrim dalam penandantangan kerja sama. Dia menyatakan bahwa dengan ada dua Prabowo, maka KKP akan semakin kuat.

"Yang saya hormati Kepala Badan Reskrim Komjen Sigit Listyo Prabowo. Kalau dua Prabowo bersatu kayanya KKP akan semakin kuat," kata Edhy disambut tawa pejabat yang hadir di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (7/2).

Menurut Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini, kerja sama antara Polri dan KKP adalah hanya ingin menguatkan kerja sama yang sebelumnya sudah terjalin. Dia pun menegaskan, tanpa adanya kerja sama seharusnya memang koordinasi antara lembaga harus terjalin.

"Tanpa kerja sama pun MoU ini tetap kita harus wajib sama-sama menjalankan karena konstitusi mengamanatkan kita untuk melakukan kerja sama setiap saat dalam mengelola negeri ini," jelasnya.

Khusus kerja sama dengan Polri, Edhy mengatakan hal tersebut sangat perlu dilakukan. Apalagi, sebutnya, Polri sebagai penjaga kedamaian bagi seluruh kegiatan masyarakat di Indonesia.

Lebih lanjut, mantan Ketua Komisi IV DPR RI ini menegaskan bahwa kerja sama ini dilakukan untuk membangkitkan rasa keyakinan dan kepastian hukum sampai tingkat bawah.

"Keyakinan bahwa setiap usaha di sektor kelautan dan perikanan dijamin oleh hukum," katanya.

Dengan adanya kerja sama ini, dia pun berharap menjamin kepastian usaha di sektor kelautan dan perikanan.

Konsep utama dalam kerja sama ini adalah bagaimana pihaknya bersama Polri melakukan pembinaan terhadap nelayan dan pelaku usaha di bidang kelautan dan perikanan.

"Bagaimana pun ini warga negara yang ingin melakukan usaha sehingga menimbulkan pertumbuhan ekonomi kecuali diantara mereka melakukan di luar kelaziman kita. Misal melakukan penyelundupan, narkoba, persenjataan, limbah B3 dan lainnya itu harus diambil," urainya.

"Beliau sudah sepakat kalau nelayan sama-sama kita bina. Ada kesalahan sekecil apapun dia warga kita," pungkasnya.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Disinggung Kenaikan LPG Nonsubsidi, Bahlil Malah Berkelit soal LPG 3 Kg

Senin, 20 April 2026 | 22:11

KPK Serahkan Rampasan Puput Tantriana Rp3,52 Miliar ke Lemhannas

Senin, 20 April 2026 | 22:06

DPR Cuma Butuh Sehari Rampungkan 409 Daftar Masalah RUU PPRT

Senin, 20 April 2026 | 22:01

Berikut 12 Poin Strategis RUU PPRT yang Dibahas Baleg DPR

Senin, 20 April 2026 | 21:54

Dipimpin Dasco, RUU PPRT Segera Dibawa ke Paripurna

Senin, 20 April 2026 | 21:52

Pemkot Tangerang Jaga Transparansi Lewat Penyerahan LKPD Unaudited 2025

Senin, 20 April 2026 | 21:34

Menkes Sebut Penanganan Campak Tidak Perlu Lockdown, Ini Penjelasannya

Senin, 20 April 2026 | 21:14

Kunjungi IKN, Ketua MPR: Proses Pembangunan Begitu Cepat

Senin, 20 April 2026 | 21:05

IPB Hanya Skorsing 16 Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual

Senin, 20 April 2026 | 20:41

Bisnis Tambang Sarat Risiko, Asuransi Diminta Perkuat Kompetensi

Senin, 20 April 2026 | 20:39

Selengkapnya