Berita

Buruh pasang spanduk penolakan RUU Omnibus Law di Semarang/RMOLJateng

Politik

Aksi Meluas, Buruh Semarang Bentangkan Spanduk Tolak RUU 'Sapu Jagat'

KAMIS, 06 FEBRUARI 2020 | 23:10 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Aksi penolakan omnibus law RUU Cipta Lapangan Kerja terus digaungkan buruh.

Kali ini, aksi penolakan disuarakan oleh sejumlah buruh di Semarang, Jawa Tengah dengan memasang spanduk di sekitar Jalan Pahlawan Semarang.

Koordinator aksi, Ahmad Zainudin menilai, omnibus law atau juga disebut RUU sapu jagat merupakan wujud kesalahan dan bukti pelepasan tanggung jawab negara atas nasib rakyatnya, khususnya kaum buruh.


"Sebagai solusinya adalah batalkan rencana pembuatan omnibus law dan perbaiki kualitas regulasi ketenagakerjaan yang sudah ada. Karena jika omnibus law jadi disahkan, sama halnya negara melegalkan perbudakan rakyatnya sendiri," ujarnya dilansir Kantor Berita RMOLJateng, Kamis (6/2).

Dia berpandangan, Dinas Ketenagakerjaan sebagai representasi negara tak bisa berbuat banyak ketika simbol negara dilecehkan oleh pengusaha akibat payung hukum yang lemah. Hal itu makin suram dengan dihilangkannya sanksi pidana bagi pengusaha dalam konsep omnibus law.

Di parlemen, jelasnya, penganggaran dan pengawasan belum tampak berperan menyelesaikan sejumlah persoalan buruh. Hak politik buruh pun hanya digunakan secara selebrasi di forum pemilu.

Di bidang investasi, menurut Zainudin, buruh selalu dijadikan kambing hitam sebagai penghambat jalannya usaha di Indonesia.

"Sementara faktor utamanya menurut Word Economic Forum (WEF) adalah masalah korupsi, birokrasi pemerintah yang tidak efisien, infrastruktur yang tidak memadai, akses terhadap pembiayaan, dan inflasi," tandasnya.

Pemasangan spanduk tersebut rencananya akan dilangsungkan selama sembilan hari, hingga pada tanggal 14 Februari mendatang.  

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya