Nama pengusaha muda Rizal Bawazier sempat mengagetkan warga Kota Tangerang Selatan. Sebab nama itu turut muncul dalam deretan kandidat pengganti Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany di Pilkada 2020.
Selain Rizal Bawazier, wilayah di selatan ibukota ini juga digadang akan diperebutkan oleh Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie; Sekda Tangsel Muhamad; putri Wakil Presiden Maruf Amin, Siti Nur Azizah; mantan pesaing Airin, Arsid, anak Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, Pilar Saga Ichsan; dan Lurah Cipayung, Ciputat, Tommy Patria Edwardy.
Mereka yang muncul adalah putra asli Tangerang dan Banten secara umum. Tak terkecuali Rizal Bawazier.
Pria berjuluk “Bapaknya Anak Yatim†itu memang dikenal sebagai pengusaha muda sukses dari Jakarta. Tapi Rizal Bawazier bukan petualang politik yang sedang mencoba peruntungan.
Dia datang untuk mengabdikan diri di tanah kelahiran leluhurnya. Rizal sendiri merupakan putri asli Lengkong Kyai, Kabupaten Tangerang. Neneknya lahir di daerah yang dekat Kali Cisadane itu pada tahun 1930-an.
“Karena itulah ketika keluarga saya merantau dan merintis usaha di Jakarta, setiap lebaran kita selalu pulang ke Lengkong Kyai. Waktu itu kita masih naik gethek (rakit bambu) untuk nyebrang sungai Cisadane,†ujarnya kepada redaksi, Kamis (6/2).
Predikat sebagai keturunan Lengkong Kyai membuat Rizal Bawazier bangga. Pasalnya desa tersebut sangat kuat dengan nuansa agamis, layaknya kota santri.
Pria 48 tahun itu juga mengurai bahwa tanah leluhurnya tersebut juga punya cerita tentang tokoh kyai besar penyebar agama Islam, Raden Aria Wangsakara.
Berdasarkan kisah yang diterima Rizal Bawazier, Raden Aria Wangsakara merupakan seorang pejuang di era penjajahan Belanda. Dia datang ke Tangerang setelah berseberangan dengan saudara yang memilih berpihak ke penjajah.
Di Tangerang, dia mendirikan pesantren untuk mengajarkan agama Islam di tepian Kali Cisadane. Termasuk, menggalang kekuatan untuk melawan penjajahan Belanda, semangat yang terus berlanjut hingga masa penjajahan Jepang.
“Konon semangat inilah yang membuat masyarakat Lengkong memiliki jiwa nasionalis dan patriotisme yang tinggi,†terangnya.
Semangat Raden Aria Wangsakara dan kebanggaan pada tanah Lengkong Kyai membuat Rizal Bawazier merasa harus turut berjuang mengabdikan diri demi menyejahterakan warga Tangsel. Beragam jurus telah disiapkan untuk bisa membuat warga Tangsel semakin sejahtera.
Dengan mengusung slogan “Tangsel Maju Dan Berubahâ€, Rizal Bawazier akan mengubah Kota Tangsel yang dianggap sebatas kota transit menjadi kota besar yang rakyatnya sejahtera. Dia juga sudah menyiapkan konsep 10 M untuk perubahan dan kemajuan di Tangsel.
Baca:
“Tangsel Maju Dan Berubahâ€, Jadi Slogan Rizal Bawazier Arungi Pilkada Tangsel“Saya berharap bisa mendapatkan kepercayaan warga Tangsel untuk mewujudkan harapan perubahan dan kemajuan bagi semua masyarakat,†pungkasnya mengakhiri.