Berita

Asap gas air mata di antara petani/Net

Nusantara

Beathor Suryadi: Brimob Jangan Mudah Keluar Markas Karena Orderan Perusahaan

KAMIS, 06 FEBRUARI 2020 | 20:34 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Keterlibatan Korps Brigade Mobil (Brimob) Polri dalam aktivitas eksekusi lahan petani oleh perusahaan swasta menjadi sorotan.

Salah satunya disampaikan Mantan Ketua Majelis ProDem, Bambang 'Beathor' Suryadi. Dia meminta Brimob patuh pada Kapolri Jenderal Idham Aziz dan tidak 'gampangan' keluar markas.

"Kapolri yang baru Idham Azis sangat pro rakyat. Ada baiknya Brimob tidak mudah keluar dari markas atas order dari perusahaan," ujar Bambang Suryadi kepada redaksi, Kamis (6/2).


Dia meminta keterlibatan Brimob itu diusut tuntas. Terutama soal perizinan dari Kapolri Idham Aziz.

"Harus ijin Kapolri agar era Jokowi tidak lagi darah rakyat tumpah hanya untuk mempertahankan hak tanahnya," katanya.

Dia juga menekankan bahwa Presiden Jokowi juga sudah berpesan bahwa konflik lahan atau agraria harus diselesaikan dengan mediasi. Salah satu caranya solusi saling menguntungkan diantara petani dan pengusaha.

"Hak rakyat diperkuat (dengan) bagi hasil panen atas lahannya yang digunakan kebun pengusaha," pungkasnya.

Kejadian terbaru, ratusan personel Polres Pelalawan serta Brimob Polda Riau turun langsung mengawal eksekusi lahan milik ratusan petani plasma PT Peputra Supra Jaya (PSJ) di Desa Gondai, Langgam, Pelalawan, Riau.

Total 3.323 hektare hamparan sawit yang menjadi target eksekusi. Kebun-kebun sawit itu akan diganti tanaman akasia oleh PT Nusa Warna Raya (NWR).

Dalam video yang beredar, aparat Brimob menembakkan gas airmata kepada barisan petani yang mencoba mempertahankan lahan yang menjadi sumber penghasilan mereka.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya