Berita

Massa desak KPK tangkap Azis Syamsuddin/RMOL

Hukum

Demonstran Desak KPK Tangkap Azis Syamsuddin Terkait Dugaan Terima Fee 8 Persen Dari Eks Bupati Mustafa

KAMIS, 06 FEBRUARI 2020 | 13:51 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Sekelompok orang dari Gerakan Persatuan Pemuda Indonesia menggeruduk Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan untuk mendesak KPK menangkap Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin.

Koordinator Aksi, Daud Loylatu mengatakan, Azis Syamsuddin diduga terlibat kasus korupsi yang menjerat mantan Bupati Lampung Tengah, Mustafa.

Daud mengatakan, fakta keterlibatan Azis Syamsuddin dalam kasus suap terkait pengesahan Dana Alokasi Khusus (DAK) perubahan 2017 pada Badan Anggaran DPR RI telah diungkapkan oleh Mustafa sendiri.


Sehingga, Daud mendesak pimpinan KPK untuk segera menangkap dan mengadili Azis Syamsuddin yang diduga terlibat dalam kasus korupsi tersebut.

"Kami mendesak KPK segera tangkap dan adili Azis Syamsuddin atas dugaan penerimaan fee DAK 2017 Kabupaten Lampung Tengah," tegasnya saat berorasi diatas mobil komando, Kamis (6/2).

Diberitakan sebelumnya, mantan Bupati Lampung Tengah, Mustafa mengungkapkan bahwa Azis meminta uang fee sebesar 8 persen.

Menurut Mustafa, Azis Syamsuddin kala itu menjabat sebagai Ketua Banggar saat ia meminta bantuan Terkait pengesahan Dana Alokasi Khusus (DAK) perubahan 2017 pada Badan Anggaran DPR RI.

Mustafa mengaku diajak oleh mantan Ketua DPRD Lampung Tengah Fraksi Golkar, Junaidi yang juga terjerat beberapa kasus korupsi di Lampung Tengah untuk bertemu dengan Azis Syamsuddin.

Saat bertemu itu, Mustafa mengaku terkejut lantaran Azis meminta fee sebesar 8 persen dari DAK yang akan diterima Lampung Tengah. Selanjutnya Mustafa meminta Azis untuk berkomunikasi dengan Kepala Dinas Bina Marga Lampung Tengah pada saat itu dijabat oleh Taufik Rahman yang juga telah divonis hakim.

Berdasarkan laporan Taufik, Azis bukan meminta fee 8 persen, melainkan bertambah menjadi 10 persen.

Diketahui, KPK pernah mengaku akan mengembangkan kasus suap dana perimbangan daerah pada APBN-P 2017 dan 2018. Penyidik menduga masih ada praktek rasuah dalam pengurusan dana perimbangan.

"Ada sejumlah fakta sidang yang muncul sebelumnya, diduga pengurusan dana perimbangan daerah juga terjadi di daerah lain," kata mantan Jurubicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi pada 12 Februari 2019.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

KPK Panggil 13 Saksi Kasus Mantan Wamen Imipas Silmy Karim

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:22

Gugatan PT KSS, Ahli Nilai Keputusan Kemenhub Timbulkan Konsekuensi Hukum

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:21

Mengenal Taufik Hidayat, Lelaki Paling Kejam Abad Ini

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:12

Laporan HAM PBB Sebut Israel Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:01

Jakarta 499 Tahun: Birokrasi Modern Belum Cukup Tanpa Perspektif HAM.

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:00

BKKBN: 8,1 Juta Keluarga di Indonesia Berisiko Stunting

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:41

Kisah Mantri Perempuan BRI Tempuh Pegunungan Toraja untuk Layani Nasabah di Wilayah 3T

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:29

Konbes–Munas NU Ploso Diwarnai Aksi Intimidasi dan Motif Kepentingan Pribadi

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:28

Prabowo Dianugerahi Lencana Emas Adi Bakti Tani-Nelayan Maha Utama

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:24

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Bupati Muara Enim Edison

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:18

Selengkapnya