Berita

Raja Mohammed VI dalam peluncuran program pengembangan kota Agadir/Repro

Dunia

Visioner, Maroko Luncurkan Program Ambisius Pengembangan Kota Agadir

KAMIS, 06 FEBRUARI 2020 | 00:33 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Maroko bergerak maju dengan gagasan visioner pengembangan pusat ekonomi baru yang terintegrasi. Gagasan itu tertuang dalam program pengembangan kota Agadir (2020-2024) yang baru diluncurkan pada Selasa (4/2).

Upacara peluncuran itu dipimpin oleh Raja Maroko, Raja Mohammed VI yang juga didampingi oleh Putra Mahkota HRH Moulay El Hassan.

Program ambisius bernilai 6 miliar dirham ini merupakan proyek penataan untuk memulai tahap baru dalam promosi peran kota sebagai pusat ekonomi terintegrasi.


Program ini dibuat dengan tujuan untuk mengkonsolidasikan posisi kota dan memperkuat daya tariknya sebagai tujuan wisata nasional dan internasional. Selain itu program ini juga bertujuan untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia, memperkuat infrastruktur dasar, dan konsolidasi jaringan jalan kota untuk mobilitas yang lebih baik.

Pada awal upacara peluncuran, Menteru Dalam Negeri Maroko, Abdelouafi Laftit menjelaskan kerangka umum program tersebut yang dibuat selaras dengan Orientasi Tinggi Kerajaan yang disampaikan oleh Raja Mohammed VI pada kesempatan peringatan ke-44 Green March. Pada saat itu, Raja Mohammed VI menyerukan penguatan infrastruktur dasar wilayah Souss-Massa dan jaringan jalannya, serta pembentukan jalur kereta api Marrakech-Agadir dan konsolidasi posisi strategis wilayah.

Dia menekankan, implementasi program ini akan dilaksanakan sesuai dengan mekanisme tata kelola yang baik, serta pemantauan yang ketat dan transparan demi mencapai tenggat waktu yang dan tujuan yang ditetapkan.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, gubernur prefektur Agadir-Ida Outanane, Ahmed Hajji, menekankan bahwa program baru ini didasarkan pada pendekatan partisipatif sistematis yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan di kota dan disusun berdasarkan enam aspek utama.

Aspek pertama terkait dengan pencapaian jalur bus layanan tinggi pertama kota Agadir pada linear 15,5 km, yang menghubungkan pelabuhan Agadir ke lingkungan Tikiouine dan zona industri di sekitarnya, serta melayani administrasi lingkungan kota, jalan Hassan II, Souk El Had, jalan Hassan I, kompleks universitas Ibn Zohr, dan zona industri Tassila.

Aspek kedua dari program ini berkaitan dengan penguatan infrastruktur dan dekongesti kota. Sedangkan aspek ketiga menyangkut pengembangan perkotaan zona wisata Agadir dan penguatan daya tariknya, melalui implementasi beberapa proyek, khususnya pembangunan fasilitas publik serta hubungan transversal kota dengan zona pantai, penguatan jalan, pembangunan kembali ruang hijau, rehabilitasi taman Vallee des Oiseaux dan pembangunan sirkuit wisata.

Adapun aspek keempat, termasuk pelestarian lingkungan dan pengembangan ruang hijau kota. Menurut Hajji, hal ini dilakukan dengan menyediakan pembangunan taman Tikiouine, taman Al Inbiâat, restrukturisasi dan peningkatan taman Ibn Zaidoun dan kebun Olhaou, rehabilitasi beberapa kebun dan alun-alun umum, dan modernisasi hutan.

Sementara itu, aspek kelima terdiri dari tiga komponen yang masing-masing berurusan dengan promosi masalah agama, perlindungan dan peningkatan warisan kota, dan promosi budaya. Sedangkan aspek terakhir dari program pengembangan kota Agadir menyangkut penguatan fasilitas sosial dasar dan bertujuan menyelesaikan peningkatan lingkungan, mendukung pembangunan kota dan demografis kota dan meningkatkan lingkungan hidup warga.

Untuk memastikan keberhasilan penuh dari program ini dan implementasinya yang tepat waktu, dua perusahaan pengembangan lokal yakni "Agadir Souss Massa Aménagement" dan "Grand Agadir de transport et de mobilité urbaine" digandeng untuk mengawasi pencapaian berbagai proyek yang direncanakan di bawah program baru tersebut.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya