Anies Baswedan dan Ahmad Riza Patria/Net
Sosok Ahmad Riza Patria dinilai bakal lebih banyak memberi kredit positif jika terpilih sebagai wakil gubernur mendampingi Gubernur DKI Anies Baswedan. Track record pengalaman semasa muda dan kiprahnya sebagai politisi menunjukkan itu.
Setidaknya demikian pandangan yang disampaikan pengamat politik Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Usni Hasanudin terkait peta persaingan dua calon wakil Gubernur DKI Jakarta, Nurmansyah Lubis dan Ahmad Riza Patria.
"Riza Patria selalu mengecap posisi strategis di setiap organisasi yang dimasukinya. Pengalaman itu mengasah kemampuan manajerialnya. Ini bekal penting, apalagi dalam pemerintahan. Biar anak buah sinergis dan target tercapai," ujar Usni kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (5/2).
Pengalaman itu tercermin dari latar belakangnya dalam berorganisasi sejak muda, seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).
Usni menilai, Riza Patria juga memiliki relasi yang kuat di kancah nasional karena posisinya yang cukup strategis di Gerindra maupun di Senayan.
"Jabatannya pimpinan Komisi II DPR, jadi nilai plus lain. Ini menambah wawasannya dalam mengelola pemerintahan daerah," kata Kepala Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UMJ tersebut.
Latar belakang dan karir politik tersebut dapat dijadikan rujukkan atas kapasitasnya, karena kancah pergulatan politik memang kebanyakan di Jakarta.
"Jakarta jadi barometer politik karena posisinya strategis dan Ibu Kota Negara. Dinamikanya pun jadi 'buah bibir' se-nusantara," ucapnya.
Usni tidak menafikan dengan sederet pengalaman dan kelebihan yang dimiliki kandidat lain, Nurmansyah Lubis di bidang ekonomi. Namun, dalam pandangannya, keunggulan pria yang akrab disapa Ancah itu tersebut tergolong normatif dan bisa "diisi" pihak lain.
"Kan, ada BPKD (Badan Pengelola Keuangan Daerah) untuk tugas anggaran. Juga bisa dibantu staf wagub," ujar peraih gelar doktor ilmu politik Universitas Indonesia (UI) ini.
Peran Parpol
Usni mengingatkan, peran parpol sebagai faktor eksternal Cagub juga perlu menjadi atensi. Peranannya tak bisa diabaikan karena akan berpengaruh kepada jalannya roda pemerintahan di Pemprov DKI.
Gerindra, menurut Usni, akan lebih mampu menjaga kekondusifan dinamika politik di Jakarta dibanding PKS, karena Gerindra saat ini bergabung dengan koalisi parpol pendukung pemerintahan Jokowi-Maruf Amin.
"Kalau konstelasi ini solid, di luar PSI (Partai Solidaritas Indonesia), setidaknya Anies meraih dukungan 63 dari 106 anggota DPRD. Lebih dari setengah. Itu jika Riza yang menjadi wagubnya," paparnya.
Usni mengingatkan, Anies adalah Gubernur DKI dari non partai. Ia meyakini, Gerindra tetap unggul dalam menyolidkan DPRD DKI, meski pemetaan merujuk ideologi partai. Alasannya, hampir tidak ada batasan parpol nasionalis dengan parpol religius. Sudah "abu-abu."
"Dimensi politik enggak bisa diabaikan. Kepala daerah itu jabatan politik yang dipilih melalui pemilihan langsung," tutup Usni.