Berita

Tim Medis Evakuasi Pasien Terkena Virus Corona/Net

Dunia

Pengamat China: Xi Jinping Belum Terlihat Mengunjungi Daerah Yang Dilanda Epidemi Virus Corona, Takut?

RABU, 05 FEBRUARI 2020 | 08:31 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Carl Minzner, seorang profesor hukum dan politik China di Universitas Fordham, menyoroti ‘hilangnya’ sosok Presiden Xi Jinping dari hadapan publik beberapa hari belakangan. Sementara rakyatnya sibuk menghadapi wabah virus corona.

Penampilan Xi yang terakhir di muka umum adalah pada 28 Januari, ketika bertemu sekretaris jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Beijing, di mana dia secara pribadi memerintahkan respons cepat terhadap wabah virus corona.

Kemudian tiba-tiba Presiden Xi Jinping terlihat menghadiri pertemuan Komite Tetap Partai Komunis, pada Senin (3/2) dan mengeluarkan pernyataan,  mendesak semua pejabatnya untuk bekerja lebih keras untuk membendung wabah virus 2019-nCoV.


“Ini jelas merupakan salah satu masalah paling serius yang dihadapi China dalam beberapa dekade. Xi memiliki kekuatan yang sangat terpusat pada dirinya sendiri. Dia menumbuhkan citra populis, dengan menyandang gelar 'pemimpin rakyat'," kata Carl, seperti dilaporkan The Guardian, Rabu (5/2).

Namun, pemerintah meyakini walau sosoknya tidak terlihat di hadapan publik, Xi Jinping adalah "komandan dari kejauhan". Apalagi Xi berjanji untuk mengatasi apa yang dia sebut sebagai "virus iblis". Bahkan Xi telah memerintahkan penyebaran 1.400 petugas medis militer di rumah sakit baru di Wuhan. Xi juga yang menegaskan untuk menindak aparat dan tim medis yang tidak bekerja secara sungguh-sungguh dalam mengatasi masalah virus corona.  

Menurut Carl, Xi tidak ingin terlihat gagal dalam memerangi virus ini.
"Gagal untuk mengatasi masalah ini di depan umum tampaknya akan merusak citra populisnya," ujar Carl.

Ketika pemerintah mengakui gawatnya krisis ini, yang terlihat mengunjungi Wuhan adalah Perdana Menteri Li Keqiang. Sementara Xi tak nampak.

Beberapa ahli mengatakan pendekatan itu mungkin disengaja. Xi, yang memiliki kekuasaan yang terpusat secara agresif dan menjadikan dirinya inti dari Partai Komunis, mungkin lebih berisiko terhadap dampak politis dari virus Corona baru.

“Jika situasinya membaik, dia (Xi Jinping) akan muncul, mungkin. Namun jika kondisinya memburuk, mungkin Li Keqiang yang akan disalahkan,"  sindir Vivienne Shue, seorang profesor studi China kontemporer di University of Oxford China Center.

Xi telah menetapkan kebijakannya seperti menutup Kota Wuhan dan beberapa kota-kota sekitarnya. Dia juga memerintahkan agar pasokan medis dan kebutuhan rumah sakit serta kebutuhan rumah tangga segera dipenuhi.

“Tidak hadirnya Xi, menjadi perhatian dan sorotan publik. Dia belum terlihat mengunjungi tempat-tempat yang terkena virus," kata Shue. "Ini telah dikritik sebagian karena Xi mengklaim sebagai inti dari kepemimpinan, kepemimpinan yang sangat kuat... dan dia tidak memiliki keberanian untuk pergi ke daerah yang dilanda epidemi."

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya