Berita

Presiden Palestina Mahmous Abbas/Net

Dunia

Palestina Putus Hubungan Dengan AS Dan Israel, Abbas: Saya Tidak Mau Menjual Yerusalem

MINGGU, 02 FEBRUARI 2020 | 08:49 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Otoritas Palestina memutuskan semua hubungan dengan Amerika Serikat dan Israel, termasuk yang berkaitan dengan sektor keamanan.

Langkah ini diambil setelah Palestina menolak tegas rencana perdamaian Timur Tengah ala Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Presiden Palestina, Mahmoud Abbas mengatakan bahwa kebijakan Timur Tengah yang diprakarsai oleh Trump adalah sinis dan mementingkan diri sendiri.


Cetak biru kebijakan yang didukung oleh perdana menteri Israel, Benjamin Netanyahu itu menyerukan pembentukan negara Palestina yang didemiliterisasi serta akan mengecualikan permukiman Yahudi yang dibangun di wilayah pendudukan serta tetap berada di bawah kendali keamanan total Israel.

Rencana kebijakan yang sama juga mengusulkan pengakuan Amerika Serikat atas permukiman Israel di tanah Tepi Barat yang diduduki dan Yerusalem sebagai ibu kota Israel yang tak terpisahkan.
 
"Kami telah memberi tahu pihak Israel bahwa tidak akan ada hubungan sama sekali dengan mereka dan Amerika Serikat termasuk ikatan keamanan," kata Abbas mengatakan pada pertemuan darurat Liga Arab yang digelar di Kairo, Mesir pada Sabtu (1/2).

Lebih lanjut, Abbas juga mengatakan bahwa dia menolak mendiskusikan rencana itu dengan Trump melalui telepon, atau bahkan menerima salinannya untuk mempelajarinya.

"Trump meminta saya berbicara dengannya melalui telepon tetapi saya berkata tidak, dan dia ingin mengirim saya surat, tetapi saya menolaknya," kata Abbas seperti dimuat The Guardian.

Langkah itu diambil karena Abbas mengatakan bahwa dia tidak ingin Trump bisa mengatakan bahwa dia telah diajak berkonsultasi.

"Saya tidak akan mencatatnya dalam sejarah saya bahwa saya menjual Yerusalem," sambungnya,

Untuk diketahui bahwa pasukan keamanan Israel dan Otoritas Palestina telah lama bekerjasama bidang kepolisian Tepi Barat yang diduduki yang berada di bawah kendali Palestina.

Selain itu, otoritas Palestina juga memiliki perjanjian kerja sama intelijen dengan CIA, yang berlanjut bahkan setelah Palestina mulai memboikot upaya perdamaian Trump pada 2017 lalu.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

KPK Benaran Sakit Jiwa, Gedung Merah Putih Mending untuk Merawat ODGJ

Kamis, 16 Juli 2026 | 19:00

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Cara Cek Status Eligible Magang Kemnaker 2026, Alasan Tidak Lolos Verifikasi

Jumat, 17 Juli 2026 | 20:22

Prabowo Segera Luncurkan Motor Listrik Buatan Anak Bangsa

Jumat, 17 Juli 2026 | 20:19

Panglima: TNI AD Sumbang 55 Persen Produksi Beras Nasional 2026

Jumat, 17 Juli 2026 | 19:53

Profil Slavko Vincic, Wasit Final Piala Dunia 2026

Jumat, 17 Juli 2026 | 19:26

Ini Alasan Kejagung Belum Tahan Febrie Adriansyah

Jumat, 17 Juli 2026 | 19:19

Halaqah Pra Muktamar NU Diawali Khataman Al-Qur'an dan Doa Bersama

Jumat, 17 Juli 2026 | 19:17

Prabowo Putuskan Bangun Minimal 30 Pabrik Bioetanol di Indonesia

Jumat, 17 Juli 2026 | 19:16

Jadwal Final dan Perebutan Posisi 3 Piala Dunia 2026: Spanyol vs Argentina, Prancis Tantang Inggris

Jumat, 17 Juli 2026 | 19:07

Pertamina Patra Niaga Bantah Isu Transporter Enggan Salurkan BBM di Sumut

Jumat, 17 Juli 2026 | 18:41

Pramono Buka Jalan Alumni PKM Berdakwah di Masjid Milik Pemprov DKI

Jumat, 17 Juli 2026 | 18:41

Selengkapnya