Berita

Kejaksaan Agung/Net

Hukum

Mengaku Tidak Terkait Kasus Jiwasraya, Investor Ini Protes Minta Kejagung Buka Blokiran Sahamnya

SABTU, 01 FEBRUARI 2020 | 06:06 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Salah satu saksi kasus tindak pidana korupsi PT. Asuransi Jiwasraya mengaku keberatan seluruh rekening sahamnya diblokir. Ia mengungkapkan tak ada kaitannya dengan kasus Jiwasraya. Pemblokiran tersebut sangat merugikan. Ia pun memohon agar Kejagung segera membuka blokiran tersebut.

Sebagaimana telah diberitakan, dalam pengusutan kasus Jiwasraya, Kejagung telah menyita aset seluruh tersangka serta melakukan pemblokiran terhadap semua rekeningnya. Ada sekitar 800 sub rekening efek atau dikenal sebagai rekening saham dalam kelanjutan penyidikan skandal korupsi di PT Asuransi Jiwasraya.

Saksi yang juga pemilik rekening itu adalah Leonard Hartana, yang merupakan pemegang saham ritel dari salah satu emiten yang terkait Jiwasraya.


Untuk menelusuri hal itu, Kejagung pun meminta Leonard datang untuk dimintai keterangannya. Apalagi proses pembukaan blokir rekening tersebut tidak cukup dengan administrative, sehingga Kejagung perlu melakukan pemeriksaan lewat  penyidik Kejagung.

"Saksi yang datang hari ini adalah Leonard Hartana, dari pemegang saham yang merasa keberatan karena sahamnya di perusahaan salah satu tersangka diblokir dan meminta blokir dibuka," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Hari Setiyono dalam keterangannya, Jumat (31/1).

Dua orang lainnya yang datang memenuhi panggilan Kejagung adalah  akunting PT Trada Alam Minera Tbk. Achmad Subehan dan Direktur PT Cipta Dana Sekuritas John Herry Teja.

"Pemeriksaan ketiga saksi tersebut merupakan pemeriksaan lanjutan dari pemeriksaan sebelumnya yang dianggap belum cukup dan belum bisa untuk mendukung pembuktian pasal-pasal yang disangkan kepada para tersangka," kata Hari.

Pemeriksaan para pihak terkait dalam perkara ini, selanjutnya diperkirakan masih akan terus dilakukan. Hari memastikan akan memeriksa ahli dan tersangka.

"Pemeriksaan ini guna mencari fakta hukum serta mengumpulkan bukti yang dengan bukti itu membuat terang benderang tindak pidana yang terjadi serta mengungkap peristiwa yang sebenarnya," ujar Hari. 

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

KPK Panggil 13 Saksi Kasus Mantan Wamen Imipas Silmy Karim

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:22

Gugatan PT KSS, Ahli Nilai Keputusan Kemenhub Timbulkan Konsekuensi Hukum

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:21

Mengenal Taufik Hidayat, Lelaki Paling Kejam Abad Ini

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:12

Laporan HAM PBB Sebut Israel Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:01

Jakarta 499 Tahun: Birokrasi Modern Belum Cukup Tanpa Perspektif HAM.

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:00

BKKBN: 8,1 Juta Keluarga di Indonesia Berisiko Stunting

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:41

Kisah Mantri Perempuan BRI Tempuh Pegunungan Toraja untuk Layani Nasabah di Wilayah 3T

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:29

Konbes–Munas NU Ploso Diwarnai Aksi Intimidasi dan Motif Kepentingan Pribadi

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:28

Prabowo Dianugerahi Lencana Emas Adi Bakti Tani-Nelayan Maha Utama

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:24

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Bupati Muara Enim Edison

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:18

Selengkapnya