Berita

Wabah Corona/Net

Publika

Siapa Terkena Dampak Ekonomi Paling Parah Akibat Virus Corona?

SABTU, 01 FEBRUARI 2020 | 03:39 WIB | OLEH: SALAMUDDIN DAENG

WABAH virus yang menyerang China merupakan masalah kemanusiaan yang menjadi tanggung jawab seluruh amat manusia. Mengingat virus ini dapat menyebar luas ke mana saja tanpa mempedulikan batas negara.

Tidak ada satu negara pun di dunia yang menghendaki wilayahnya terpapar virus yang menakutkan ini. Karena itu menyangkut keselamatan nyawa seluruh manusia.

Namun secara ekonomi politik tentu ada yang dirugikan langsung oleh tragedi virus ini di China. Pihak yang diuntungkan tentu saja ada, namun saya tidak membahasnya sekarang. Karena yang jelas setelah ini seluruh negara di dunia akan menganggarkan dalam APBN masing masing dana untuk antisipasi dan pemberantasan corona. Sama seperti sebelumnya dalam kasus SARS atau flu burung dll.


Kesimpulan awal jelas China akan sangat dirugikan. Misalnya untuk sementara waktu negara lain akan menolak wisatawan China, menolak tenaga kerja dari China dan menolak impor barang dari jasa jasa China.

Seluruh kegiatan internasional di china sudah pasti akan ditunda atau dipindahkan lokasinya. Intinya China akan mengalami kerugian ekonomi.

Namun yang tak kalah dirugikan adalah negara-negara yang menjadi mitra utama perdagangan dengan China seperti Amerika Serikat, Eropa, Jepang, Korea dan juga Indonesia. Negara-negar yang selama ini sangat bergantung pada pasar China yang cukup besar dan agresif.

Bagaimana Indonesia? Negara ini akan menerima dampak ekonomi dua kali lipat, mungkin paling parah dibanding yang lainnya.

Mengapa?

Karena bagi Indonesia, pasar China adalah mitra utama dalam perdagangan. Nilai perdagangan Indonesia China tahun 2018 mencapai Rp. 700 triliun setahun. Indonesia melakukan ekspor sekitar Rp. 360 triliun setahun ke China dan merupakan nilai ekspor terbesar yang diperoleh dari perdagangan kepada sebuah negara.

Indonesia menerima dampak dua kali lipat jika krisis virus corona ini terus berlanjut. Mengapa dua kali lipat? Karena Indonesia mengandalkan ekspor komoditas ke China, komoditas seperti minyak, gas, batubara, sawit, yang akan kehilangan pasar secara significant.

Tidak hanya kehilangan pasar, namun lebih jauh akan kehilangan harga pasar yang baik. Karena harga komoditas yang sudah rendah akan terus menurun, yang akan semakin melemahkan penerimaan ekspor Indonesia. Padahal terkait komoditi batubara misalnya, presiden Jokowi menargetkan produksi hingga 600 juta ton sebagian besar atau 75% untuk ekspor.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia melemah dan ujungnya pendapatan negara akan berkurang.

Tidak sampai di sana, Indonesia akan mengalami gangguan parah dalam industri industri yang selama ini mengandalkan bahan baku dari China. Ada banyak industri di Indonesia akan bermasalah karena tidak memperoleh bahan baku.

Tentu ini akan berbahaya sekali. Industri tembakau misalnya, akan menerima pukulan paling parah, karena sebagian besar impor tembakau Indonesia berasal dari China. Ujungnya akan menjadi masalah penurunan penerimaan negara dari cukai tembakau.

Masalah yang sama akan dihadapi oleh industri yang lain. Semoga virus corona segera berlalu.

Penulis adalah peneliti dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI)

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Ini Pemicu Perubahan Sikap Jokowi ke Prabowo

Minggu, 18 Oktober 2026 | 08:15

Prancis Membara, Demonstran Bakar Gedung Pemerintah hingga Jarah Toko

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:57

OMC di Sumsel Turunkan Polusi Asap dari Kategori Berbahaya

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:40

Kopdes Buka Peluang Kerja dan Usaha bagi Generasi Muda

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:32

Gerindra Pilih Redam Polemik Gibran

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:21

Dua Tahun Rezim Prabowo-Gibran: Double-Track Menuju Swasembada Energi

Minggu, 18 Oktober 2026 | 06:55

Ketum BPP HIPMI Ajak Pelaku Usaha Tetap Optimistis di Tengah Gejolak Pasar

Minggu, 18 Oktober 2026 | 06:23

Seorang Peserta ITB Ultra Marathon 2026 Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 05:47

Desa dalam Otonomi Terpasung

Minggu, 18 Oktober 2026 | 05:21

Operasi Badai Kasuari Sukses Rampas Kembali Persenjataan OPM

Minggu, 18 Oktober 2026 | 04:59

Selengkapnya