Berita

Managing director Political Economy and Policies Studies Anthony Budyawan/Ist

Politik

Pangkas Anggaran Kementerian, Prabowo Lebih Peduli Rakyat Kecil

SELASA, 11 FEBRUARI 2025 | 09:30 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kebijakan Presiden Prabowo Subianto memangkas anggaran untuk kementerian dan lembaga diapresiasi.

Karena Prabowo dianggap lebih mengutamakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan subsidi tepat sasaran lainnya.

Tercatat, jumlah anggaran yang dipotong mencapai Rp306,7 triliun. Riciannya anggaran kementerian dan lembaga yang dipotong Rp256,1 triliun. 


Selanjutnya dana transfer ke daerah dipotong Rp50,6 triliun. Belum lagi pos belanja perjalanan dinas dan alat tulis kantor (ATK) juga dipangkas signifikan.

Managing director Political Economy and Policies Studies Anthony Budiawan mengatakan, efiesiensi anggaran pemerintahan saat ini semata-mata untuk rakyat kecil.

"Ekonomi politik anggaran Presiden Prabowo nampaknya tidak berpihak pada sektor infrastruktur, tetapi lebih fokus dan menitikberatkan pada kelompok masyarakat miskin yang menjadi sasaran makan bergizi gratis," kata kata Anthony kepada RMOL, Selasa, 11 Februari 2025.

Meskipun begitu, Anthony menilai pemangkasan anggaran  kementerian dan lembaga itu tidak mengurangi total belanja negara.

"Pemotongan pos anggaran belanja ini tidak akan mengurangi total anggaran belanja negara yang sudah ditetapkan dalam APBN, yaitu sebesar Rp3.621,3 triliun," kata Anthony.

Anthony menuturkan, selama total belanja negara masih sama jumlahnya seperti yang dianggarkan, maka kebijakan pengalihan anggaran dari satu pos belanja ke pos belanja lainnya tidak akan berpengaruh besar pada pertumbuhan ekonomi.

"Artinya kebijakan pengalihan pos anggaran ini bukan merupakan kebijakan fiskal kontraksi," sambungnya.

Pengalihan atau realokasi anggaran, kata Anthony, pada hakekatnya adalah kebijakan untuk melakukan redistribusi pendapatan, dengan menunjukkan keberpihakan anggaran kepada kelompok masyarakat tertentu, di atas kelompok masyarakat lainnya. 

"Ini adalah salah satu fungsi fiskal yang sangat penting. Redistribusi pendapatan," tutup Anthony.



Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Fokusmaker Sentil Azis Narang: Jangan Jual SOKSI untuk Kepentingan Politik Pribadi

Sabtu, 07 November 2026 | 18:26

Airlangga Akui Kasus Penyadapan pada Presiden Ganggu Sentimen Investor

Sabtu, 07 November 2026 | 18:17

Bantah Terlibat Penyadapan Ilegal, Bahlil: Ini Ulah Abuleke

Sabtu, 07 November 2026 | 17:48

ARBI Bakal Gelar Aksi Akbar di Al-Azhar, Ini Lima Tuntutannya

Sabtu, 07 November 2026 | 17:40

HUT ke-73 KPU Dirayakan Sederhana, Refleksi Integritas Bareng Para Mantan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:45

Ketum Peradi Profesional: Advokat Bukan Pelengkap Peradilan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:08

Menimbang Perpres 107/2026 dan Dampaknya pada Kelancaran Pengadaan Energi

Sabtu, 07 November 2026 | 15:48

Tekanan Jual Mereda, Harga Bitcoin Menguat ke 75.928 Dolar AS

Sabtu, 07 November 2026 | 15:40

Film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang Tayang Jelang Imlek

Sabtu, 07 November 2026 | 15:18

Pangdam XXII/Tambun Bungai Pimpin Pemulangan Jenazah Sertu Anumerta Heri Prasetyo ke Kediri

Sabtu, 07 November 2026 | 15:14

Selengkapnya