Berita

Pimpinan KPU/Net

Hukum

Pimpinan KPU Diperiksa, KIPP: KPK Harus Bisa Ungkap Peran Aktor Lain

SELASA, 28 JANUARI 2020 | 14:11 WIB | LAPORAN: DARMANSYAH

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman dan Komisioner KPU Viryan Aziz menjalani pemeriksaan KPK sebagai saksi kasus dugaan suap pergantian antar waktu (PAW) Anggota DPR RI periode 2019-2024, yang menyeret bekas rekan kerjanya, Wahyu Setiawan.

Arief Budiman dan Viryan Aziz diperiksa penyidik KPK sebagai saksi dari tersangka, Saeful Bahri.

Merespons hal itu, Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) meminta KPK harus terbuka terhadap semua proses dalam pemeriksaan.


Sekjen KIPP, Kaka Suminta mengatakan, bila proses pemeriksaan tersebut dilakukan secara terbuka, sehingga dapat menghapus semua keraguan publik tentang kinerja KPK saat ini.

Di antaranya keraguan terkait potensi keterlibatan siapapun dalam kasus dugaan suap PAW Anggota DPR RI periode 2019-2024 tersebut.

"KPK harus terbuka dalam melakukan pemeriksaan kasus dugaan suap ini. Baik dari KPU maupun dari pihak lain. Termasuk seperti keberadaan dan keterlibatan Harun Masiku," kata Kaka kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (28/1).

Kaka Suminta juga meminta kepada KPK untuk memastikan peran setiap orang, termasuk dugaan keterlibatan Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto yang juga disebut namanya dalam kasus dugaan suap.

"Serta memeriksa Yasonna yang diduga telah memberikan informasi yang bisa dinilai menghalangi penyidikan. Intinya memastikan peran setiap orang yang terlibat. Karena Wahyu telah menyebutkan beberapa nama," ucap Kaka.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Gugurnya Prajurit Jadi Panggilan Indonesia Tak Lagi Jadi Pemain Cadangan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:20

Aktivis KontraS Ungkap Kondisi Terkini Andrie Yunus di RSCM

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:19

Trump Ngotot akan Tetap Hancurkan Listrik dan Semua Pabrik di Iran

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:17

KPK Kembangkan Kasus Suap Importasi

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:09

Pertamina Bantah Kabar Harga Pertamax Tembus Rp17 Ribu per Liter

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:02

Siang Ini Jakarta Diprediksi Kembali Hujan Ringan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:00

Tiga Prajurit RI Gugur di Lebanon, Menlu Desak DK PBB Rapat Darurat

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:45

Transparansi Terancam: 37 Ribu Pejabat Belum Serahkan LHKPN

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:40

Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Dilimpahkan ke Puspom TNI

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:27

Gibran Didorong Segera Berkantor di IKN Agar Tak Mubazir

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:18

Selengkapnya