Berita

Amien Rais dan Dradjad Wibowo/Net

Politik

PAN Belum Maksimal Ambil Suara Muhammadiyah, Harus Dievaluasi Di Kongres

SENIN, 27 JANUARI 2020 | 10:56 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Hubungan Partai Amanat Nasional (PAN) dengan Muhammadiyah seringkali menjadi sorotan. Setidaknya ada dua momentum dimana relasi PAN-Muhammadiyah selalu mencuat.

Pertama, perhelatan pesta demokrasi pemilihan umum (Pileg dan Pilpres). Kedua menjelang Kongres, Muswil, Musda PAN di berbagai daerah.

Ketua Gerakan Nusantara Berkemajuan, Ikhwan Syah Nasution mengatakan, hubungan tersebut wajar dipertanyakan mengingat jejak sejarah PAN dan Muhammadiyah. Sebagaimana diketahui, kelahiran PAN dibidani oleh tokoh Muhammadiyah Amien Rais.


Namun, jelas Ikhwan Syah, jika melihat perolehan suara PAN yang hanya di kisaran 9 juta pada Pemilu 2019. Ini artinya, PAN tidak mampu secara maksimal mengambil potensi suara warga persyarikatan muhammadiyah yang merupakan ormas terbesar kedua dengan klaim sebanyak 30 juta anggota.

"Hal ini tentu menjadi catatan evaluasi dan pekerjaan rumah bagi PAN yang akan melaksanakan Kongres pada Februari 2020," ucap Ikhwan Syah, Selasa (27/1).

DPW dan DPD sebagai pemilik suara Kongres harus mencermati dengan baik, karena jatuh bangunnya partai sangat tergantung dari seluruh kader partai.

"(Kalau)m akin pudar etika, gemar memperdaya sesama kader, menebar kebencian dan fitnah, maka jangan mengharap rakyat respek dan memilih PAN," ujar Ikhwan Syah mengingatkan.

Ikhwan Syah yang juga mantan aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) masih meyakini PAN bukan partai yang transaksional, yang bisa mempengaruhi suara kader dengan pendekatan pragmatis. Namun, hal itu tentu harus dibuktikan secara jujur terbuka oleh masing-masing kandidat.

Menutup komentarnya, Ikhwan Syah mengutip pesan yang disampaikan Dradjad H. Wibowo yang juga sebagai salah satu calon ketua umum pada Kongres PAN 2020.

"Suksesi kepemimpinan bukanlah sebuah pertarungan tapi merupakan persaingan antar anggota untuk mendapatkan amanah organisasi, persaingan politik adalah satu bentuk perlombaan dalam kebaikan, karena itu persaingan politik merupakan ajang sika cita yang penuh kegembiraan," pungkasnya.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

Momen Haru, Teddy Kenang Perjalanan Gubernur Pramono di Kantor Setkab

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:16

Fondasi Membangun Ekosistem Informasi yang Sehat di Era Digital

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:14

Jangan Sampai Pengunduran Diri Gubernur BI Picu Gejolak Pasar

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:11

PDIP Soroti Kasus Febrie: Penegakan Hukum Tidak Boleh Tebang Pilih

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:07

Kuasa Hukum Nadiem Laporkan Dugaan Pelanggaran Etik dan Intimidasi Saksi ke KY

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:04

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KDKMP Diklaim Bisa Tambah Pendapatan Petani hingga Rp263 Triliun

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:59

Transformasi Digital BRI Pacu Pertumbuhan Bisnis Merchant dan Transaksi QRIS

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:51

Chad Ikuti Jejak Burkina Faso, Mali, dan Niger Keluar dari ICC

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:49

Hasto Ogah Tanggapi Kaesang Maju Nyaleg di Jateng

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:36

Selengkapnya