Berita

Kejaksaan Agung/Net

Hukum

KAKI: Perburuan Terhadap Mumin Ali Gunawan Tidak Boleh Dihentikan

KAMIS, 23 JANUARI 2020 | 14:55 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Perburuan terhadap saksi yang diduga menjadi otak kasus dugaan korupsi penjualan hak tagih utang (cessie) PT Adyesta Ciptatama (AC) di Bank BTN pada Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) kepada PT Victoria Securities Internasional Corporation (VSIC), Mumin Ali Gunawan tidak boleh dihentikan.

Begitu kata Ketua Umum Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) Arifin Nur Cahyono kepada redaksi, Kamis (23/1). Penegasan itu disampaikan Arifin mengingat status pencekalan Mumin Ali ke luar negeri sudah habis.

Pencekalan pada Mumin Ali pernah dilakukan pada Februari 2016, September 2016, dan Maret 2017. Sesuai UU Kemigrasian, cekal hanya berlangsung untuk satu tahun. Pencegahan hanya dapat dilakukan terhadap tersangka atau orang yang diduga kuat terlibat tindak pidana.


“Kejaksaan Agung harus kembali memeriksa Mumin Ali Gunawan dalam kasus ini, karena ada dugaan kuat keterkaitan Mumin dengan ketiga orang yang sudah jadi tersangka yang saat berstatus buron,’ tegasnya.

Tiga tersangka yang dimaksud Arifin adalah mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Temenggung, mantan analis kredit BPPN Haryanto Tanudjaja, dan dua orang pengurus PT Victoria Sekuritas Indonesia (VSI) Suzana Tanojo dan Rita Rosela.

Arifin juga menyesalkan, kenapa Kejaksaan Agung tidak segera membawa kasus ini ke meja hijau. Padahal sudah berlangsung sejak 5 tahun lalu.

“Dan kini Kejaksaan Agung akan melakukan sidang in absentia terhadap para tersangka tersebut,” tekannya.

“Komite Anti Korupsi Indonesia mendesak untuk menyeret para tersangka yang buron ke meja hijau dan tidak perlu melakukan pengadilan secara in absentia,” pungkasnya.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:20

Ombudsman Soroti Masa Sanggah Data Rumah Rusak Gempa NTT Terlalu Singkat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:55

KPK Dalami Pengurusan HGB PT Bela Parahiyangan hingga ke Pusat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:36

Rafyq Pandjaitan Terpilih Ketua KWP, Ariawan Titip Pesan Ini

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:50

KBRI Singapura Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:20

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:57

Hatta Rajasa Pastikan Wantimpres Beri Nasihat Berkualitas untuk Presiden

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:44

Kapolri Berganti, Jenderal Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Jenderal Suyudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:40

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Bersama UI, Peradi Profesional Bidik Pendidikan Advokat Lebih Berkualitas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:51

Selengkapnya