Berita

Yasonna H. Laoly/Net

Politik

Pak Yasonna, Anda Kok Tidak Cek Tanjung Priok Telah Lahirkan Seorang Wapres

RABU, 22 JANUARI 2020 | 13:56 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Pernyataan Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly soal 'Kriminal di Priok' berujung aksi.

Sekelompok massa dari Tanjung Priok menggelar aksi di depan Gedung Kemenkumham, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu siang (22/1). Aksi sebagai bentuk protes atas ucapan menteri asal PDI Perjuangan itu.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono ikut mengecam omongan Yasonna yang menyebut Tanjung Priok daerah miskin, kumuh, dan kriminal.


"Maaf ya Pak Yassona. Bapak bilang daerah Tanjung Priok itu sarang kriminal, Anda kok tidak cek ya kalau daerah yang saya tinggali hampir 30 tahun itu sudah memiliki dan melahirkan seorang Wakil Presiden RI yaitu KH. Maruf Amin," ujar Arief sesaat lalu.

Maruf Amin memiliki rumah di Koja, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Saat Pilpres 2019, Maruf dan istri mencoblos di TPS 051, RT 007, RW 08, Kelurahan Koja.

Jadi, jangan sembarangan dengan anak Tanjung Priok. Arief menyarankan Yasonna agar hati-hati.

"Kedua, Tanjung Priok yang kata Bapak tempat kriminal, tidak pernah sama sekali melahirkan seorang koruptor besar, seperti korupsi pada proyek KTP-el ya Pak. Yang pernah juga Bapak dipanggil KPK untuk urusan mega korupsi proyek KTP-el," sindir Arief.

Arief juga menyampaikan fakta baru kepada Yasonna. Tanjung Priok yang dituduh sebagai daerah tingkat kriminalistas tinggi, sangat hidup tentram, damai, saling toleran antar agama dan suku.

"Catat ini Pak, gereja dan masjid berdampingan itu letak bangunannya pertama kali ya di Tanjung Priok," ucapnya mengasih tahu.

Selanjutnya, tambah Arief, sejak Orde Baru hingga sekarang, Tanjung Priok adalah 'sarang' kader Banteng. Bung Karno dan Megawati Soekarnoputri sangat dicintai masyarakat Tanjung Priok.

"Makanya yang namanya PDI Perjuangan sangat sulit dikalahkan di Tanjung Priok," imbuhnya.

Dengan demikian, Yasonna yang juga Ketua DPP PDIP Bidang Hukum itu agar segera meminta maaf.

"Tolong cabut pernyataan Bapak sebelum kami anak Tanjung Priok melapor kepada Presiden Joko Widodo untuk dicopot. Dan kami akan berkirim surat pada Ibu Mega untuk memecat Anda sebagai kader PDI Perjuangan. Serta kami akan laporkan Anda telah melakukan dugaan ujaran kebencian kepada warga Tanjung Priok," tutup Arief.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya