Berita

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti/Ist

Nusantara

Boyong 9 Senator, Ketua DPD Akan Bantu Problem Konektivitas Infrastruktur Bengkulu

SELASA, 21 JANUARI 2020 | 14:47 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti kembali menyambangi daerah. Kali ini Provinsi Bengkulu menjadi agenda yang dikunjungi.

Tidak tanggung-tanggung, LaNyalla hadir bersama sembilan Senator. Satu di antaranya adalah Wakil Ketua III DPD RI Sultan Baktiar Najamuddin, yang juga putra daerah Bengkulu.

Selain itu, tampak hadir tiga Senator asal Bengkulu lainnya, yakni Ahmad Kanedi, Riri Damayanti dan Eni Khaerani. Sementara empat Senator lainnya, semua berasal dari pulau Sumatera. Masing-masing Fachrul Razi (Aceh), Alirman Sori (Sumatera Barat), Ustadz Zuhri M. Syazali (Bangka Belitung), Dharma Setiawan (Kepulauan Riau) dan Edwin Pratama Putra (Riau).


"Pak Gubernur, saya sengaja hadir membawa banyak Senator. Tidak hanya dari Bengkulu, tetapi juga dari sebagian Pulau Sumatera. Hal ini karena niat kami, untuk membantu mengatasi problem konektivitas infrastruktur yang selama ini dirasakan Bengkulu, sebagai salah satu provinsi di Sumatera," kata LaNyalla di Kantor Gubernur Bengkulu, Jl. Pembangunan No. 1 Kota Bengkulu, Senin malam (20/1).

Dalam acara yang dikemas dengan gala dinner tersebut, mantan Ketua Kadin Jawa Timur itu juga menyinggung pentingnya Pemprov Bengkulu memberikan dukungan kepada dunia usaha, khususnya pengusaha lokal, terutama yang tergabung di Kadin atau Hipmi dan asosiasi-asosiasi yang ada.

Sebab, menurutnya, dengan lahirnya pengusaha baru, maka aka nada penyerapan tenaga kerja. Yang artinya terjadi pertumbuhan ekonomi.

"Dan pertumbuhan ekonomi itu berbanding lurus dengan penurunan angka kemiskinan. Apalagi angka kemiskinan di Bengkulu masih berada di peringkat 7 nasional dan nomor 2 di Sumatera. Ini musti mendapat perhatian serius. Salah satunya memang konektivitas infrastruktur. Sehingga moda barang dan jasa menjadi lebih murah," urai LaNyalla dalam sambutannya.

Dia pun memberikan ilustrasi sebagai contoh, bagaimana Provinsi Jawa Timur dapat menurunkan angka kemiskinan sehingga bisa di atas rata-rata nasional, melalui program APP (anti-poverty program). Yang udah dijalankan sejak kepemimpinan Gubernur Soekarwo hingga sekarang Gubernur Khofifah Indar Parawansa.

"Bukan karena saya berasal dari Jatim, tetapi program APP Jatim saya rasa bisa menjadi inspirasi," tandasnya.

Program APP di Jatim adalah dengan membentuk kelompok usaha masyarakat yang diberi modal hibah alat produksi, dan dibarengi dengan disiapkannya mitra usaha sebagai pembeli atau penampung hasil produksi.

"Jadi dari produsen sampai market difasilitasi oleh pemerintah provinsi. Lalu Kadin di Jatim juga difasilitasi untuk dapat melakukan misi dagang antar provinsi. Bahkan memiliki sekretariat B to B antar provinsi. Ini saya rasa cukup bagus sebagai role model," ungkap Senator asal Jatim yang meraih 2,2 juta suara itu.

Di tempat yang sama, Sultan Najamuddin mengaku sengaja mengajak ketua DPD untuk datang ke Bengkulu karena dia meyakini LaNyalla mampu mempercepat komunikasi dengan pemerintah pusat terkait kepentingan Bengkulu dalam merealisasikan pembangunan infrastruktur, baik itu pelabuhan maupun akses jalan tol trans Sumatera.

"Saya percaya dengan dorongan dan dukungan Pak Ketua, insyaAllah kita bisa lebih cepat merealisasikan keinginan masyarakat Bengkulu," ungkap Sultan.

Sementara itu, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah dalam sambutannya, selain merasa bangga karena baru pertama kali dikunjungi ketau DPD, juga berharap para Senator dapat membantu mempercepat mewujudkan apa yang sudah dicanangkan dalam renstrada provinsi tersebut. Terutama terkait dengan konektivitas infrastruktur.

"Salah satunya pelabuhan di Pulau Baai. Kami ingin pelabuhan tersebut menjadi modern integrated port, sehingga terkoneksi dengan program tol laut dari Pelabuhan Panjang di Lampung hingga Sabang di Aceh," tukasnya.

Pertemuan yang diawali dengan makan malam tersebut, selain dihadiri jajaran pejabat Forkompimda tingkat provinsi, juga sejumlah Bupati dan Walikota Bengkulu. Tampak pula hadir Rektor IAIN Prof. Sirajuddin dan kalangan akademisi lainnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Pabrik Bioetanol Bakal Diperbanyak, Pemerintah Siapkan Revisi Perpres 40

Selasa, 08 September 2026 | 18:19

BUK Migas Harus Lebih Gesit Kejar Investasi dan Lifting

Selasa, 08 September 2026 | 17:57

Menimbang Ulang Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 17:41

Pemerintah Harus Antisipasi Kekeringan dan Gagal Panen akibat El Nino

Selasa, 08 September 2026 | 17:34

Purbaya soal Utang Whoosh Dicicil 80 Tahun: Kita Udah Mati, Santai Aja!

Selasa, 08 September 2026 | 17:23

KPK Panggil Anggota DPRD Hingga Pengurus Golkar Jateng di Kasus Bupati Pemalang

Selasa, 08 September 2026 | 17:14

Masa Jabatan Kapolri: Open Legal Policy atau Celah Subjektivitas?

Selasa, 08 September 2026 | 16:47

Rusia dan Korea Utara Buka Jembatan Darat Pertama di Perbatasan

Selasa, 08 September 2026 | 16:40

RUU Pemilu Jangan Keluar dari Filosofi Dasar Demokrasi

Selasa, 08 September 2026 | 16:34

Purbaya Curhat Suka Duka jadi Menkeu, Berat Badan Sempat Turun 14 Kg

Selasa, 08 September 2026 | 16:31

Selengkapnya