Berita

Joko Widodo didampingi Sri Mulyani/Net

Publika

Utang Lagi, Utang Lagi!!

SELASA, 21 JANUARI 2020 | 14:03 WIB | OLEH: SYA'RONI

JAUH dari hiruk-pikuk skandal Jiwasraya dan polemik Natuna, Menkeu Sri Mulyani sudah menambah utang lagi.

Jumlahnya mencapai Rp. 70,3 triliun. Didapat dari lelang surat utang negara (SUN).

Dari lelang SUN rupiah didapat Rp. 20 triliun. SUN dolar AS dan Euro didapat Rp. 43,3 triliun. Dan SBSN (Syariah)/Sukuk Rp. 7 triliun. Jadi, total tambahan utang Rp. 70,3 triliun.


Aneh, di awal tahun, belum apa-apa sudah ngegas utang. Diibaratkan hari, awal tahun itu pagi hari. Menurut orang tua, pamali pagi-pagi sudah ngutang.

Orang ngutang tanda tidak punya duit. Padahal Indonesia negara G-20. Masak pagi-pagi dompet negara sudah kosong.

Jangan bangga bisa menarik utang Rp. 70,3 triliun. Ingat, itu bukan karena fundamental ekonomi yang bagus. Tapi karena imbal hasilnya kelewat tinggi.

Bunganya tinggi banget. Lintah darat mana yang tidak tertarik dengan bunga super tinggi.

Bandingkan saja, SUN Indonesia tenor 10 tahun imbal hasilnya 6,93 persen. Sementara negara lain, China hanya 3,08 persen. Hong Kong 1,61 persen. Jepang 0,00 persen. Korsel 1,71 persen. Malaysia 3,28 persen. Filipina 4,68 persen. Singapura 1,74 persen. Thailand 1,37 persen. Dan Vietnam 3,11 persen.

Jadi pantas kalau SUN-nya cepat habis. Bunganya tinggi. Para lintah darat berbondong-bondong memborong SUN. Untung gede. Ongkang-ongkang kaki duit datang sendiri.

Namun perlu diingat dampak utang berbunga tinggi. Yakni, negara harus menyiapkan biaya bunga yang sangat besar.

Menurut ekonom senior Dr. Rizal Ramli, anggaran pembayaran bunga utang tahun 2020 mencapai Rp. 295 triliun. Pembayaran Pokok utang Rp. 351 triliun untuk tahun 2020. Total pokok dan bunga utang Rp. 646 triliun, lebih besar dari anggaran pendidikan dan infrastruktur!

Berapa pun biaya bunga utang, pemerintah sanggup bayar. Namun giliran urusan rakyat kecil, pemerintah bilang tidak punya duit.

Solusinya cabut subsidi. Naikkan tarif/harga. Rakyat dicekik. BPJS defisit, iuran dinaikkan 100 persen. APBN defisit, cukai dan harga gas 3 kg dinaikkan. Ironis!!!

Kabarnya, pada Selasa 21/1/2020, pemerintah akan lelang SUN lagi. Nyari utangan Rp. 15 triliun lagi. Utang lagi, utang lagi!!!

Penulis adalah Ketua Presidium Perhimpunan Masyarakat Madani (Prima).

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya