Berita

Budi dan menteri lain dampingi Presiden Jokowi/Net

Nusantara

Pelabuhan Multipurpose Akan Gantikan Fungsi Pelabuhan Peti Kemas Labuan Bajo

SENIN, 20 JANUARI 2020 | 14:59 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi ikut mendampingi Presiden Joko Widodo mengunjungi lokasi yang rencananya akan dibangun Pelabuhan Multipurpose, di Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Senin (20/1).

Pelabuhan Multipurpose direncanakan sebagai pengganti pelabuhan peti kemas di Pelabuhan Labuan Bajo yang akan difokuskan sebagai pelabuhan khusus penumpang. Dengan luas lahan yang disiapkan 3,1 hektar, pelabuhan ini diharapkan bisa menampung arus logistik di Labuan Bajo.

Jokowi sapaan akrab kepala negara tiba di lokasi sekitar pukul 13.51 WITA. Selain Menhub, juga turut mendampingi Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Pariwisata Wisnu Utama, dan Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, serta Gubernur NTT Viktor Laskodat.


Jokowi yang disambut langsung Budi di lokasi, mendapat penjelasan langsung dari Dirjen Perhubungan Laut, Agus Purnomo terkait dengan proses pembangunan pelabuhan selama 10 menit.

Setelah melihat kondisi pelabuhan, rombongan Jokowi langsung menuju Puncak Waringin untuk melihat pembangunan Puncak Waringin View di Komodo. Setelah itu dia meresmikan Hotel Inaya Bay Komodo Hotel di Labuan Bajo.

Budi mengatakan dari identifikasi dengan Jokowi, ada satu tempat yang begitu potensial dan indah, dan ada satu aktivitas fungsi penumpang dan logistik. Diminta agar dipisahkan antara penumpang dengan logistik.

"Kita dapat di Wae Kelambu, Pelindo III untuk pembebasan tanah dan kontruksi Dermaga dari Kemenhub. Diharapakan Desember 2020 selesai agar di Labuan Bajo bisa difungsikan secara lebih masif untuk penumpang baik lokal maupun turis," kata dia.

Di Pelabuhan Wae Kelambu ini juga nantinya, lanjut Budi, bukan hanya logistik tapi juga untuk tempat penyimpanan BBM. Pertamina sudah berminat, sehingga pelabuhan di Wae Kelambu ini bisa produktif.

"Aksesnya juga potensial, 19 kilo dari bandara dan 30 kilo dari Pelabuhan Labuan Bajo," tegasnya.

Mantan Dirut AP II ini menegaskan untuk pelabuhan memakai anggaran APBN sementara untuk curah cair akan dicarikan dari pihak swasta untuk kerjasama dengan Pertamina.

"Jalan sudah bagus, untuk tanah diserahkan ke pemerintah dan membangun dan diserahkan konsesi ke Pelindo 30 tahun," ungkapnya.

Sementara itu, Dirjen Perhubungan Laut, Agus Purnomo mengatakan bahwa adanya program top prioritas di Labuan Bajo, maka terminal kargonya harus dipindah.

"Sejauh ini Pelabuhan Eksisting Labuan Bajo masih mix antara penumpang dan kargo. Kita harus pindahkan, jadi Labuan Bajo fokus wisatawan baik lokal maupun luar negeri," ujarnya.

Setelah melakukan kajian Agus mengatakan pihaknya sudah sepakat Wae Kelambu sebagai Pelabuhan Kargo. Jaraknya pun tidak terlalu jauh hanya 20 menit dari pelabuhan lama. Untuk lokasi pun bagus, langsung ke laut bebas.

"Akan segera dibangun dan sudah disiapkan anggarannya dari pemerintah dan APBN tahun ini 200 miliar," ujarnya.

Pembangunan pun akan dikebut, agar minimum opration bisa jalan dan dilakukan secepatnya. Tidak hanya kargo, Agus mengatakan Pertamina akan membangun terminal BBM yang letaknya bersebelahan dengan terminal kargo. Sehingga ujarnya bisa saling melengkapi.

"Luas lahan untuk tahap pertama sudah siap 3,1 hektar. Ada beberapa tahap nantinya. Saya yakin dengan anggaran itu cukup untuk operasional kargo. Target tahun ini sudah beroperasi. Kita kerja keras, di Labuan Bajo pun dalam tahap bongkar dan dipindah kesini," tutupnya.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

Momen Haru, Teddy Kenang Perjalanan Gubernur Pramono di Kantor Setkab

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:16

Fondasi Membangun Ekosistem Informasi yang Sehat di Era Digital

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:14

Jangan Sampai Pengunduran Diri Gubernur BI Picu Gejolak Pasar

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:11

PDIP Soroti Kasus Febrie: Penegakan Hukum Tidak Boleh Tebang Pilih

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:07

Kuasa Hukum Nadiem Laporkan Dugaan Pelanggaran Etik dan Intimidasi Saksi ke KY

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:04

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KDKMP Diklaim Bisa Tambah Pendapatan Petani hingga Rp263 Triliun

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:59

Transformasi Digital BRI Pacu Pertumbuhan Bisnis Merchant dan Transaksi QRIS

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:51

Chad Ikuti Jejak Burkina Faso, Mali, dan Niger Keluar dari ICC

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:49

Hasto Ogah Tanggapi Kaesang Maju Nyaleg di Jateng

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:36

Selengkapnya