Berita

Cuitan di Twitter yang picu kritik/Net

Dunia

Guyonan Di Twitter Tidak Lucu, Kemenlu Jerman Minta Maaf

MINGGU, 19 JANUARI 2020 | 08:57 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Media sosial merupakan "lahan" diplomasi baru yang kerap dimanfaatkan sejumlah lembaga negara, tokoh politik, atau organisasi untuk mengutarakan pendapat, mensosialisasikan program atau sekedar menghapus jarak dengan masyarakat.

Namun ada kalanya, tujuan-tujuan tersebut tidak ditangkap dengan baik oleh masyarakat di sosial media. Hal itulah yang ini terjadi pada kantor Kementerian Luar Negeri Jerman.

Baru-baru ini di sosial media Twitter muncul tagar, yakni #SeduceSomeonein4Words yang mengajak para pengguna Twitter untuk menggunakan empat kalimat saja untuk merayu orang lain.


Banyak pengguna Twitter yang menggunakan tagar itu sehingga dengan cepat menjadi trending topic.

Beberapa di antara para pengguna Twitter meramaikan tagar itu dengan menggunakan berbagai kalimat, mulai dari yang sederhana, seperti "Kamu lapar? Saya (sedang) memasak", hingga sindiran politik seperti "Donald Trump Sedang Dimakzulkan".

Kementerian Luar Negeri Jerman melalui akun Twitter berbahasa Inggrisnya, @GermanyDiplo tampaknya ogah ketinggalan momen tersebut dan ikut meramaikan tagar itu dengan membuat cuitan guyonan yakni "Visa Anda disetujui".

Alih-alih menjadi guyonan empat kalimat rayuan, cuitan itu justru kebanjiran kritik. Banyak pegguna Twitter menilai bahwa Kementerian Luar Negeri Jerman tidak peka terhadap penderitaan banyak orang yang berjuang memperoleh visa Jerman.

Diketahui bahwa Jerman merupakan salah satu negara tujuan di Eropa yang menarik bagi para migran dari seluruh dunia. Negara itu memiliki banyak daya tarik, seperti universitas-universitas gratis, perekonomian yang kuat dan upah tinggi dan hampir semua pekerjaan penuh.

Dalam krisis migran tahun 2015, bahkan ratusan ribu migran dari Timur Tengah dan Afrika membanjiri kontrol perbatasan Eropa dan membanjiri Jerman.

Namun, meski telah berhasil sampai ke Jerman, para migran tidak akan dapat dengan mudah mengantongi visa Jeran. Banyak dari mereka menghabiskan banyak uang dan menunggu berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan untuk mengajukan visa yang memungkinkan mereka bekerja atau belajar.

Hal itu lah yang mengundang banyak reaksi negatif atas cuitan guyonan Kementerian Luar Negeri Jerman tersebut.

"Meskipun sangat sulit dan terkadang memalukan untuk mencoba mendapatkan visa dari Konsulat Jerman, lelucon itu masih sangat lucu!" Tulis jurnalis Turki Rahsan Gulsan.

Menanggapi banjir kritik, akun @GermanyDiplo segera menghapus cuitan itu empat jam setelahnya dan kemudian mengeluarkan permintaan maaf yang menyedihkan.

"Menjadi lucu rupanya tidak selalu cocok untuk kita," begitu bunyi cuitan di akun tersebut.

"Kami tahu proses visa itu rumit, dan keputusan visa dapat sangat memengaruhi kehidupan orang. Rekan-rekan kami mengambil keputusan ini dengan sangat serius," sambungnya, seperti dimuat Reuters akhir pekan ini (Minggu, 19/1).

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Penumpang Kereta Bandara Tembus 6,2 Juta Pelanggan Hingga Mei 2026

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:20

Fantastis! Harta Menteri dari PAN Trenggono Melejit Setengah Triliun dalam Setahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:15

Prabowo Dorong WNI Masuk Pasar Kerja Teknologi Jerman

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:11

Warna-warni Kendaraan Hias Meriahkan Perayaan 1 Muharam

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:10

Oktasari: Kritik Boleh, Tapi Jangan Abaikan Kerja Pemerintah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:46

Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Belum Lapor LHKPN 2025, Mendes Yandri Punya Harta Rp20,95 Miliar Saat Awal Menjabat

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Israel Masih Tak Terima Rencana Damai Iran-AS

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:12

Kekayaan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Naik 83 Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:52

Universitas Binawan Buka Akses Penyetaraan Kualifikasi Nakes Indonesia di Uni Eropa

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:44

Selengkapnya