Berita

Wijayanto/RMOL

Politik

Tidak Ada Jaminan Peristiwa Malari Tidak Akan Terulang Kembali

RABU, 15 JANUARI 2020 | 23:58 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Peristiwa Malari atau Malapetaka Lima Belas Januari menjadi catatan penting bagi bangsa Indonesia tentang ekonomi dan juga investasi.

Peneliti dan juga Akademisi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro, Wijayanto menjelaskan tidak ada jaminan bahwa konflik serupa tidak akan kembali terjadi lagi.

"Jadi sebenarnya selama demokrasi secara substansial belum terpenuhi maka peluang konflik selalu terjadi," ujarnya saat ditemui Kantor Berita Politik RMOL dalam seminar 'Mendengar Suara Rakyat' yang di gelar di Usmar Ismail Hall, Kuningan, Jakarta , Rabu (15/1).


Wijayanto mengatakan, demonstrasi substansial itu parameternya adalah pemenuhan hak asasi atas ekonomi dan juga pemenuhan hak asasi politik.

Hak asasi ekonomi artinya hak setiap orang untuk hidup sejahtera secara layak. Bila menyimak kondisi saat ini, maka Wijayanto melihat ada represi di antara keduanya.

"Dengan ketimpangan ekonomi yang semakin melebar ini banyak orang yang kurang beruntung bisa menyebabkan letupan," jelasnya.

"Represi ruang kebebasan untuk menyampaikan pendapat  juga bisa menjadikan letupan karena suara itu tidak didengar," tandas Wijayanto.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya