Berita

Riezky Aprilia/Net

Politik

Upaya Megawati Dan Hasto Mem-PAW Riezky Aprilia Tidak Etis

RABU, 15 JANUARI 2020 | 12:39 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Harun Masiku sosok yang tidak populer di kalangan PDI Perjuangan tapi berhasil menjatuhkan marwah partai atas kasus dugaan suap kepada komisioner KPU Wahyu Setiawan.

Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus menyampaikan bahwa alasan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mati-matian membela Harun dan mengorbankan Riezky Aprilia melalui PAW secara tidak normal dengan cara uji materil PKPU 3/2019.

Dikatakan upaya tidak normal, karena uji materil ini merupakan langkah tidak etis karena pembuatan PKPU selalu melibatkan konsultasi dengan DPR, karena PKPU 3/2019 itu merupakan Peraturan Pelaksana dari UU 7/2017 tentang Pemilu yang dibentuk oleh DPR di mana PDIP ada di dalamnya.


Menurut Petrus, secara prosedural dan substantif penetapan caleg Rezky sebagai anggota DPR karena caleg terpilih Nazarudin Kiemas meninggal dunia, sah menurut hukum. Karena, didasari pada ketentuan Pasal 426 UU 7/2017 tentang Pemilihan Umum, dan Pasal 242 ayat (1) UU 17/2017 tentang MD3.

Dengan demikian, lanjut Petrus, maka dari aspek prosedural dan substantif, Riezky sah menjadi anggota DPR dari Fraksi PDIP periode 2019-2024.

"Kecuali kalau atas alasan melanggar AD ART atau alasan yuridis lainnya, DPP PDIP dapat mem-PAW Riezky Aprilia, itupun tidak otomatis jatuh kepada Harun Masikhu, karena Harun bukan peraih suara terbanyak urutan berikutnya," ujar Petrus kepada wartawan, Rabu (16/1).

DPP PDIP memiliki wewenang untuk mengganti Riezky melalui mekanisme PAW dengan mengusulkan caleg peraih suara terbanyak berikutnya yang berada di bawah Riezky dari dapil yang sama yaitu Sumsel I.

Berarti, bukan Harun, karena Harun tidak berada pada posisi suara terbanyak berikutnya di bawah Riezky. Dia peraih suara terbanyak kelima internal PDIP di dapil Sumsel I.

"Karena tidak terdapat alasan dan pintu masuk bagi DPP PDIP untuk mem-PAW Riezky Aprilia, maka upaya Megawati dan Hasto melalui uji materil PKPU 3/2019 meski tidak etis, mau tidak mau harus dilakukan meski dengan alasan-alasan yang sangat dicari-cari," tutup Petrus.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Songsong Pembalap Muda Menuju Pentas Dunia

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:56

Catatan Hari Pelaut Sedunia 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:34

284 Petembak Siap Bertarung dalam Kejurnas Menembak ISSF 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:17

Lembaga Peradilan Khusus Pemilu Perlu Dibentuk Demi Wujudkan Keadilan

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:50

Pembangunan Hotel Prima Katulampa Harus Dihentikan, Ini Sebabnya

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:30

Mahasiswa dan Dalang

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:10

Kejati Sultra Geledah Rumah Bos Tambang hingga Rujab Wabup Kolaka

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:48

PDIP yang Overthinking, Bukan Pemerintah yang Panik

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:32

Kemensos Mulai Operasikan Dua SR Permanen di Pasuruan Bulan Depan

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:16

PDIP Desak Wapres Gibran Klarifikasi Soal "Uang Sogok" ke Mahasiswa UBK

Selasa, 23 Juni 2026 | 22:45

Selengkapnya