Berita

Andi Arief/Net

Politik

Imigrasi, Tolong Upload Bukti Penyuap Wahyu Setiawan Di Singapura 6 Januari!

RABU, 15 JANUARI 2020 | 08:45 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Keberadaan caleg PDIP dari daerah pemilihan Sumatera Selatan I, Harun Masiku masih menjadi tanda tanya di publik.

Pihak Imigrasi dan KPK secara kompak telah menyebut bahwa pria yang diduga sebagai penyuap Komisioner KPU Wahyu Setiawan itu berada di luar negeri. Harun disebutkan sudah ada di Singapura sejak tanggal 6 Januari, atau dua hari sebelum Wahyu ditangkap KPK.

Namun demikian, politisi Partai Demokrat Andi Arief tidak percaya begitu saja. Dia minta bukti otentik atas klaim Imigrasi dan KPK itu.


“Kita meminta KPK dan imigrasi menupload ke rakyat bukti tanggal 6 Januari tersangka Harun Masiku sudah berada di Singapura,” desaknya dalam akun Twitter pribadi sesaat lalu.

Permintaan Andi arief itu bukan tanpa alasan. Pasalnya, banyak pihak yang telah bersaksi melihat Masiku masih berkeliaran di Jakarta pada tanggal yang dimaksud.

“Banyak yang melihat tanggal tersebut dia masih berada di Jakarta, ngopi-ngopi,” pungkasnya.

Harun Masiku diduga merupakan penyuap Wahyu Setiawan melalui kader PDIP Saeful Bahri. Tujuannya, untuk memuluskan langkah menggeser Riezky Aprilia dari kursi DPR melalui Pergantian Antar Waktu (PAW).

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya