Berita

Water Cannon telah disiagakan di depan Balaikota/RMOL

Presisi

Antisipasi Bentrokan, Polisi Siapkan Water Cannon Depan Balaikota

SELASA, 14 JANUARI 2020 | 12:11 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Dua kelompok masa yang pro dan kontra kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan direncanakan menggeruduk Balaikota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, hari ini Selasa (14/1).

Massa Kontra Anies yang dipimpin politikus PDIP Dewi Tanjung dan pegiat media sosial Abu Janda, akan menuntut kerugian akibat banjir. Oleh mereka, banjir awal tahun ini dianggap sebagai buntut dari kinerja buruk Anies.

Sementara itu massa Pro Anies datang dari ormas Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar) besutan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Fahira Idris yang merasa terpanggil untuk membela mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu yang dinilai sedang dizalimi.


Mengantisipasi bentrokan kedua kubu tersebut, pihak keamanan dari Polda Metro Jaya tampak telah bersiaga di depan Gedung Balaikota DKI Jakarta.

Kabag Ops Polres Metro Jakpus, Kompol Wiraga Dimas Tama menjelaskan tidak ada pengamanan khusus dalam unjuk rasa kali ini. Semuanya diatur sesuai dengan Prosedur Tetap (Protap) yang ada.

"Pengamanan untuk kegiatan di balai kota ini, sesuai pemberitahuan memang ada dua. Satu yang mendukung kegiatan yang dilakukan Gubernur, satu lagi memberikan masukan," ujarnya saat ditemui di Gedung Balaikota, Selasa (14/1).

Dimas menambahkan pihaknya menerjunkan kurang lebih 500 personel gabungan dari Polda, Polres, maupun Polsek.

Aksi itu rencananya dimulai setelah pukul 13.00 WIB. Pihak kepolisian pun telah membuat strategi agar penyampaian aspirasi itu tidak menciptakan bentrokan.

"Kita akan atur. Yang satu sebelah sini, dan satu lagi di sebelah sana. Polanya akan di pisah," jelasnya.

Dari pantauan Kantor Berita Politik RMOL, 2 unit mobil Water Cannon telah disiapkan untuk berjaga mengantisipasi hal-hal yang tidak di inginkan.

Sejumlah massa dari Bang Japar pun terpantau sudah berada di sekitaran Balaikota. Namun untuk massa Kontra-Anies sendiri sejauh ini belum terlihat batang hidungnya.

Pengalihan arus pun kemungkinan akan di terapkan apabila jumlah massa semakin banyak dan menghambat lalu lintas.

"Kalau rekayasa ya kita akan alihkan dari Kedutaan besar AS ke arah Stasiun Gambir," tutup Dimas.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Marak OTT Kepala Daerah, PKB Minta Evaluasi Desain Pilkada

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:25

Program Digitalisasi Pembelajaran Jangkau 288.865 Sekolah

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:20

8 Dekade BNI Tumbuh Bersama Indonesia dalam Semangat Swadharma Bhakti Nagara

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:00

10 Biksu Thailand Tewas Tertabrak Pikap yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:47

Kemandirian Energi, Masa Depan Pembangunan Ekonomi Indonesia

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:42

UMiMAX Pertamina Bantu Masyarakat Rentan Kembangkan Usaha

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:30

Lewat X-ray, Bea Cukai Bongkar Penyelundupan 3,37 Ton Narkotika

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:24

13 Negara Pastikan Tempat di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Aktivis Tibet Tewas Bakar Diri di Dekat Markas PBB New York

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Bupati Langkat Syah Afandin Digiring ke Gedung Merah Putih KPK

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:11

Selengkapnya