Berita

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Mark Esper/Reuters

Dunia

Kepala Pentagon: Tidak Ada Bukti Spesifik Iran Rencanakan Serang Empat Kedubes AS

SENIN, 13 JANUARI 2020 | 09:57 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Mark Esper menyebut bahwa dia tidak melihat bukti spesifik dari para pejabat intelijen bahwa Iran berencana untuk menyerang empat kedutaan Amerika Serikat. Pernyataan itu dia lontarkan pada Minggu (12/1).

Pernyataan Esper itu sekaligus membantah klaim sebelumnya yang dibuat oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Klaim tersebut dibuat Trump untuk membenarkan pembunuhan jenderal top Iran, Qassem Soleimani.

"Apa yang dikatakan presiden (Trump) adalah bahwa mungkin ada serangan tambahan terhadap kedutaan. Saya berbagi pandangan itu," kata Esper.


"Presiden tidak mengutip bukti spesifik," sambungnya seperti dimuat Reuters.

Ketika ditanya soal apakah intelijen memiliki bukti konkret tentang hal itu, dia mengatakan tidak ada.

"Saya tidak melihat satu pun mengenai empat kedutaan," tambahnya.

Diketahui bahwa sejak Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke Baghdad dan menewaskan Soeimani awal Januari lalu, Trump mengklaim bahwa langkah itu diambil karena risiko serangan yang akan segera terjadi terhadap para diplomat Amerika Serikat dan anggota layanan di Irak.

Sementara kubu Demokrat di Kongres mempertanyakan klaim tersebut karena mereka belum diberi penjelasan yang memadai serta terperinci.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Relawan Gigit Jari Gegara Jokowi Batal Wantimpres

Senin, 09 Februari 2026 | 02:01

Jaminan Kesehatan 11 Juta Orang Dicabut Bikin Ketar-ketir

Senin, 09 Februari 2026 | 01:29

MKMK Tak Bisa Batalkan Keppres Adies Kadir Jadi Hakim MK

Senin, 09 Februari 2026 | 01:11

Baznas-Angkasa Malaysia Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Umat Berbasis Masjid

Senin, 09 Februari 2026 | 01:01

Kata Pengantar Buku, YIM: Keadilan yang Memulihkan Hak

Senin, 09 Februari 2026 | 00:35

Bahlil Takut Disebut Pengkhianat soal Prabowo-Gibran Dua Periode

Senin, 09 Februari 2026 | 00:32

Tradisi Jual Beli Istri di Eropa, Budaya Rakyat Abad ke-17 sampai ke-20

Senin, 09 Februari 2026 | 00:09

Sakit Jokowi Dicurigai cuma Sandiwara

Minggu, 08 Februari 2026 | 23:27

Prestasi Timnas Futsal Jadi Kebanggaan Rakyat

Minggu, 08 Februari 2026 | 23:22

Delegasi Indonesia Paparkan Konsep Diplomasi Humanis di YFS 2026 Jenewa

Minggu, 08 Februari 2026 | 23:05

Selengkapnya