Berita

Narendra Modi berdoa di hadapan potret Mahatma Gandhi/Net

Dunia

Narendra Modi: UU Kewarganegaraan Baru India Sejalan Dengan Gagasan Mahatma Gandhi

MINGGU, 12 JANUARI 2020 | 16:18 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Undang-undang kewarganegaraan baru yang picu kontroversi di India diklaim sejalan dengan gagasan Mahatma Gandhi.

Pasalnya, Undang-undang yang memiliki nama resmi Undang-undang Amandemen Kewarganegaraan (CAA) itu memiliki tujuan untuk membantu minoritas agama yang datang ke India dari negara-negara mayoritas Muslim karena mengalami penindasan di negara asalnya.
Klaim tersebut dilontarkan oleh Perdana Menteri India Narendra Modi akhir pekan ini.

"Saya ulangi lagi, Undang-Undang Kewarganegaraan bukan untuk mencabut kewarganegaraan siapa pun, tetapi untuk memberikan kewarganegaraan," kata Modi dalam pidatonya di sebuah kegiatan ini Biara Belur Math di negara bagian Benggala Barat yang berbatasan dengan Bangladesh.

"Saya ulangi lagi, Undang-Undang Kewarganegaraan bukan untuk mencabut kewarganegaraan siapa pun, tetapi untuk memberikan kewarganegaraan," kata Modi dalam pidatonya di sebuah kegiatan ini Biara Belur Math di negara bagian Benggala Barat yang berbatasan dengan Bangladesh.

Diketahui bahwa setelah kemerdekaan India, Mahatma Gandhi dan para pemimpin besar lainnya pada masa itu percaya bahwa India harus memberikan kewarganegaraan kepada minoritas agama yang teraniaya di Pakistan.

Modi mengklaim, apa yang terkandung dalam UU Kewarganegaraan yang baru itu sejalan dengan perjuangan Gandhi.

"Pemerintah kami hanya memenuhi keinginan pejuang kemerdekaan besar kami yang membuat kami Merdeka. Kami hanya melakukan apa yang dikatakan Mahatma Gandhi beberapa dekade yang lalu," tambah Modi seperti dimuat Russia Today.

Diketahui bahwa CAA diadopsi akhir tahun lalu untuk memberikan kemudahan bagi orang-orang dari enam kelompok agama yang telah tiba di India dari Afghanistan, Pakistan, dan Bangladesh untuk mendapatkan kewarganegaraan.

CAA memicu perdebatan publik karena tidak mencakup warga yang beragama Islam. Karena itulah CAA kerap dianggap oleh sebagian warga India sebagai undang-undang anti-Islam.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Relawan Gigit Jari Gegara Jokowi Batal Wantimpres

Senin, 09 Februari 2026 | 02:01

Jaminan Kesehatan 11 Juta Orang Dicabut Bikin Ketar-ketir

Senin, 09 Februari 2026 | 01:29

MKMK Tak Bisa Batalkan Keppres Adies Kadir Jadi Hakim MK

Senin, 09 Februari 2026 | 01:11

Baznas-Angkasa Malaysia Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Umat Berbasis Masjid

Senin, 09 Februari 2026 | 01:01

Kata Pengantar Buku, YIM: Keadilan yang Memulihkan Hak

Senin, 09 Februari 2026 | 00:35

Bahlil Takut Disebut Pengkhianat soal Prabowo-Gibran Dua Periode

Senin, 09 Februari 2026 | 00:32

Tradisi Jual Beli Istri di Eropa, Budaya Rakyat Abad ke-17 sampai ke-20

Senin, 09 Februari 2026 | 00:09

Sakit Jokowi Dicurigai cuma Sandiwara

Minggu, 08 Februari 2026 | 23:27

Prestasi Timnas Futsal Jadi Kebanggaan Rakyat

Minggu, 08 Februari 2026 | 23:22

Delegasi Indonesia Paparkan Konsep Diplomasi Humanis di YFS 2026 Jenewa

Minggu, 08 Februari 2026 | 23:05

Selengkapnya