Berita

Kim Jong Un dan Donald Trump/Net

Dunia

Buang-buang Waktu, Korut Ogah Terperangkap Dialog Ala AS Lagi

MINGGU, 12 JANUARI 2020 | 10:11 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Korea Utara tidak mau lagi terlibat dalam pembicaraan yang berlarut-larut tanpa hasil seperti yang telah dilakukan dengan Amerika Serikat dalam setahun belakangan ini.

Penasihat utama untuk Kim Jong Un, yakni Kim Kye Gwan dalam pernyataan yang dirilis di media pemerintah Korea Utara akhir pekan ini menyebut, Korea Utara sudah cukup ditipu oleh Amerika Serikat melalui pertemuan semacam itu.

Pasalnya, meski ada pertemuan dan dialog yang dibuat, namun tidak ada hasil yang signifikan atau perubahan besar yang terjadi. Bagi Korea Utara, Amerika Serikat telah menyia-nyiakan delapan belas bulan terakhir, di mana sedikit kemajuan telah dibuat pada masalah denuklirisasi meski Korea Utara sudah membuka lebar pintu dialog.


"Kami telah ditipu oleh Amerika Serikat, terperangkap dalam dialog dengannya selama lebih dari satu setengah tahun, dan itu adalah waktu yang hilang bagi kami," kata penasihat itu seperti dimuat Reuters.

"Meskipun Ketua Kim Jong Un memiliki perasaan pribadi yang baik tentang Presiden Trump, mereka, dalam arti sebenarnya, pribadi," kata Kim Kye Gwan.

"Tidak akan pernah ada negosiasi seperti itu di Vietnam, di mana kami mengusulkan pertukaran fasilitas nuklir inti negara itu untuk pencabutan beberapa sanksi PBB dalam upaya untuk mengurangi penderitaan orang-orang yang damai bahkan sedikit," tambahnya, merujuk pada pertemuan Kim dan Trump di Hanoi Februari 2019 lalu.

Komentarnya datang di tengah meningkatnya ketidakpastian tentang masa depan perundingan nuklir antara kedua negara.

Sebelumnya, dalam pidato Tahun Baru, Kim Jong Un mengatakan negaranya akan "tidak pernah" melakukan denuklirisasi jika Amerika Serikat tidak mundur dari apa yang dianggap Korea Utara sebagai kebijakan bermusuhan Amerika Serikat terhadap Korea Utara.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya