Berita

Ferry Kurnia Rizkiansyah (tengah)/RMOL

Politik

Mantan Komisioner: Pagar-pagar KPU Harus Dipastikan Kuat

SABTU, 11 JANUARI 2020 | 10:34 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang sedang bersih-bersih di Komisi Pemilihan Umum (KPU) menarik perhatian mantan petingginya untuk angkat bicara.

Salah seorang mantan petinggi atau Komisioner KPU ini adalah Ferry Kurnia Rizkiansyah.

Ferry menyampaikan keresahannya terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) dan penetapan tersangka Komisioner KPU periode 2017-2022 Wahyu Setiawan.


Sebab, kasus yang menimpa Wahyu menjadi cerminan adanya godaan-godaan dari oknum-oknum politik untuk menyuap penyelenggara pemilu.

Menurut Ferry, suap di KPU adalah suatu keniscayaan, karena kerjanya beriringan dengan hasrat berkuasa dari seseorang.

"Pasti banyak. Bahwa goda-godaan itu seiring orang yang ingin berkuasa, dengan cara-cara instan," ujar Ferry dalam diskusi publik Populi dengan tajuk 'Bukan Penangkapan Antar Waktu', di The MAJ, Jalan Asia Afrika Pintu IX, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (11/1).

Oleh karena itu, dia meminta agar pimpinan KPU berhati-hati untuk bisa menjaga integritas.

"Ruang itu akan muncul pada KPU, tinggal bagaimana pagar-pagar KPU. Bisa saja masuk ke unsur kesekretariatan. Jadi memang harus dikuatkan," tambah Ferry.

Sebelumnya, penyidik KPK menangkap Wahyu Setiawan saat berada di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang, Rabu (8/1). Wahyu langsung dibawa ke Gedung Merah Putih KPK Jakarta Selatan malam itu juga.

Keesokan harinya, KPK menetapkan Wahyu sebagai tersangka kasus suap Pergantian Antar Waktu (PAW) Caleg PDI Perjuangan Dapil Sumatera Selatan I yang meninggal Nazaruddin Kiemas.

Wahyu yang menerima suap sebesar Rp 400 juta, diduga berperan sebagai pihak yang akan mendorong PAW Nazaruddin bisa diberikan kepada Harun Masuki, caleg PDIP Dapil Sumsel I yang mendapat perokehan suara terbanyak kelima.

Padahal, dalam aturan perundang-undangan yang berlaku, KPU telah merinci penetapan PAW calon terpilih yang berhak jatuh ke caleg perolehan suara terbanyak kedua dan atau selanjutnya.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Awal Pekan, Harga Emas Antam Terpantau Turun ke Rp2.668.000 per Gram

Senin, 22 Juni 2026 | 10:21

Harta Zita Anjani Melonjak Rp100 Miliar, Hari Purwanto: Mungkin Menang Lotre

Senin, 22 Juni 2026 | 10:11

Emas Antam Mandek di Awal Pekan, Satu Gram Rp2,6 Juta

Senin, 22 Juni 2026 | 09:49

Bajak Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Berpotensi Jadi Partai Gurem

Senin, 22 Juni 2026 | 09:43

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.812 per Dolar AS

Senin, 22 Juni 2026 | 09:30

Dolar AS Menguat di Tengah Amblesnya Yen dan Poundsterling

Senin, 22 Juni 2026 | 09:20

Trump Sebut Starmer Gagal, Isu Pengunduran Diri PM Inggris Kian Menguat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:11

Gibran Ingin Layanan Kesehatan di Wilayah 3T Diperkuat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:00

Rayakan HUT ke-499, Jakarta Berikan Tarif Spesial Rp1 untuk MRT, LRT, dan TransJakarta Hari Ini

Senin, 22 Juni 2026 | 08:47

Bakal Turun Gunung Bareng PSI, Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Bayang-bayang Kekuasaan

Senin, 22 Juni 2026 | 08:46

Selengkapnya